Ceritakita: The Costumes!

ceritakita-costumes

Ketika menetapkan konsep pernikahan yang ‘sederhana dan menyenangkan’, kami langsung mencari-cari kostum yang sesuai dengan konsep. Sederhana berarti tidak ribet dan nyaman digunakan, menyenangkan berarti membuat kami tetap cantik dan tampan (hahaha!) atau setidaknya cukup enak dilihat.

Kami juga sempat mencari-cari cara bagaimana membuat kostum kami bernuansa sama dengan tema ‘traveling’. Sempat kami terpikir untuk menggunakan sepatu converse kami. Sahabat kami Natalia sempat menyarankan agar saya menggunakan chic dress dan Kakilangit menggunakan celana 3/4, Kakak saya @nia_iswarani menyarankan kami menggunakan boots sebagai simbol jalan-jalan kami di musim dingin setelahnya. Adalah @krismantarika, sahabat kami yang paling berpengaruh dalam urusan kostum perkostuman yang kami pakai. Setelah mendapat ide tentang boots, dialah yang mengingatkan saya akan sepatu keren favorit dari masa lalu, Dr. Martens, untuk saya gunakan dan topi fedora (menggantikan blangkon) untuk Kakilangit gunakan di resepsi kami. Kami sangat terbuka untuk ide-ide segar dari orang-orang terdekat kami ini.

Kakilangit’s Costumes

Untuk sahabat saya, Kakilangit, tentu saja kami mudah memutuskannya: jas. Tinggal memutuskan apakah warna hitam atau putih. Oleh karena sehari-hari stok kaos yang dimilikinya berwarna hitam, dia memutuskan untuk menggunakan hitam juga di hari pernikahan kami itu.

Pagi: Kemeja Putih, Jas Hitam, Celana Panjang Hitam, Sepatu Pantovel, Dasi

Malam: Kemeja Putih, Jas Hitam, Celana Jeans, Sepatu Pantovel, Topi Fedora

Virtri’s Costumes

Tinggallah saya. Awalnya karena tidak mau ribet, saya sempat terpikir untuk menyewa kostum saja. Namun, setelah survei-survei dan sempat mencoba di satu tempat, ternyata selain tidak nyaman menyewa kostum, harganya muaahhaaall bukan main, saudara-saudara! Yang sederhana, 4 juta rupiah saja gitu! Padahal itu di Jogja. Big No No tentunya!

Pilihan pun dibuat: menjahit. Beli bahan di Pasar Baru, Jakarta dan mencari penjahit yang oke, yang harga nya sederhana (murah) dan hasilnya menyenangkan (bagus). Saya lalu mencari-cari ide bagaimana model kostum saya nantinya. Yang saya lakukan adalah pergi ke halaman mbah gugel, kemudian memasukkan kata kunci “simple wedding dress”! Voila, ketemu 3 pilihan yang saya sukai. Setelah berdiskusi dengan salah satu sahabat terdekat saya, @krismantarika, dia menyarankan saya membuat 2 kostum, untuk pagi dan malam, untuk pemberkatan dan resepsi. Mungkin dia khawatir saya teledor di pagi hari atau siang hari dengan menumpahkan sesuatu di baju saya dan akan merusak resepsi nantinya. Saya pun mengambil 2 dari 3 pilihan yang saya sudah cari itu.

Pagi: Gaun putih panjang, bunga mawar putih, dan sepatu flat putih cantik

simple wedding dressmorning dress

Malam: Gaun putih pendek, Hiasan bunga, dan Sepatu Dr. Martens putih yang keren

simple wedding dress2nite dress

bootsPerjuangan saya mencari sepatu Doc Mart tidaklah mudah. Saya dan @krismantarika mencarinya secara online, kemudian mengelilingi Plaza Indonesia, Plaza Senayan, meminta tolong sahabat kami lainnya @kartikawinta mencarikan di benua lain Aussie, meminta tolong temannya @krismantarika yang sedang ke Singapore mencarikannya juga dan tidak jua ketemu. Dan akhirnya kami menemukannya di Senayan City sajah coba! 1 minggu sebelum Hari-H, Doc Mart (lengkap beserta Topi Fedora untuk Kakilangit) ada dalam satu counter; Cherokee!

@krismantarika. Di tengah kesibukannya sebagai jurnalis dan sebagai ibu dari seorang putri cantik, Senyum Pagi, dia selalu menanyakan persiapan pernikahan kami dan membantu dengan segala yang dia bisa. Entah sejak berapa tahun silam, dia selalu menawarkan diri menjadi EO pernikahan kami. Dia memang tidak menjadi EO resmi kami, tapi dia adalah konsultan yang dapat diandalkan: kostum, lokasi, dekorasi, administrasi (iya, administrasi!!), seksi acara, .. name it! Lebih dari peran-peran itu, dia menjalankan peran seorang sahabat dengan sangat baik. We owe her so much! Juga suaminya @kelikme, juga keluarganya, Pak Djoko & Bu Sri.

Bahwa terima kasih tidak akan pernah cukup untuk mereka!

Lalu bagaimana dengan kostum keluarga, mama, papa, bapak, ibu, kakak-kakak dan adik-adik kami, juga kostum penerima tamu? Adalah kakak kami tercinta yang berada di Jogja @nia_iswarani yang berperan besar untuk ini. Kepada dia yang aktif mengelola blog fashionnya ini, kami percayakan urusan kostum-perkostuman. Kami tinggal menutup mata kami dan segala sesuatu terkait dengan kostum selesai.

Sun sayang selalu buat kakak tercinta 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.