Sehari Satu

Selamat Tahun Baru!

Seperti yang sudah-sudah, awal tahun adalah waktu bagi banyak orang memulai kembali resolusinya.

Saya memiliki beberapa. Satu di antaranya adalah mencoba menulis di blog sehari satu tulisan. Sebenarnya sangat agresif mengingat tahun-tahun belakangan ini jarang sekali blog ini terisi. Tapi kenapa tidak dicoba pikir saya. 

Hal ini terlebih dipicu oleh kepulangan saya ke Jogja minggu lalu untuk merayakan Natal. Papa dan mama saya sedang bongkar gudang. Terdapatlah 1 kardus milik saya yang berisi macam-macam, mulai dari kartu-kartu ucapan dari saudara dan teman, buku-buku catatan, naskah film anak-anak dan remaja sewaktu saya ikut sanggar, surat-surat cinta (uhuk!), hingga buku-buku harian saya.

Saya menulis buku harian sejak saya berusia 10 tahun. Pada saat ini, saya tidak akan membahas isi buku-buku harian yang membuat saya geleng-geleng pada diri saya di masa lalu itu. Tapi yang mau saya coba lagi adalah, kenapa tidak saya menuliskannya lagi pada blog ini. 

Ditambah lagi, saya menemukan kembali artikel opini pada Harian Kompas yang memuat tulisan saya (dan foto saya! Penting ini :)) yang membuat saya bertanya-tanya, “Kok bisa ya?” Rasanya mustahil saya mengulang menulis hal serupa.

Iya, masih jauh memang dari menulis artikel opini yang serius. Apalagi semakin ke sini, saya merasa kadar serius saya sudah semakin terkikis habis. Oleh karenanya, saya ingin mencoba menulis satu catatan dalam sehari. Itu yang terlintas dalam benak saya. Yang ringan-ringan saja. Tanpa tema khusus, tanpa batas. Menulis  hanya untuk membiasakan diri untuk menulis lagi. Semacam latihan, semacam terapi.

Iya, sehari satu saja.

Latest posts by virtri (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.