Tik tik tik

Bunyi hujan di atas genteng. Airnya turun tidak terkira. Cobalah tengok, dahan dan ranting, pohon dan kebun; basah semua.

Iya, itu adalah syair lagu anak-anak yang saya yakin kamu pun bisa menyanyikannya. Lagu ini jadi relevan dinyanyikan di musim hujan.

Hari ini hujan datang berkali-kali dalam sehari. Ketika saya menulis ini, di luar juga sedang hujan; cukup deras. Kilat mewarnai langit gelap malam di Jakarta. Petir menyusul mengejutkan hati mereka yang tidak siap mendengarnya. Beda dengan tadi siang, hujan turun malu-malu. Hanya rintik yang datang bertandang.

Rintik hujan tadi siang terdengar sayup perlahan ketika saya sedang mencoba meditasi. Betul, kamu tidak salah dengar: meditasi.

Saya yang awalnya menganggap meditasi suatu benda aneh yang tak akan pernah saya sentuh, yang membayangkannya saja sudah membuat saya menguap dan membayangkan rasa bosan datang menghantui, tanpa saya menyangkanya, ternyata saya mulai tertarik dengannya.

Awal ketertarikan saya adalah ketika seorang teman saya rajin sekali pergi meditasi. Iya, dia benar-benar cuti seminggu untuk bermeditasi. Lalu kawan saya lainnya juga melakukan hal yang sama. Sepulangnya dari sana, ia bercerita tentang refleksi hasil meditasinya sambil berbinar-binar bahagia.

Tidak berapa lama kemudian, saya akhirnya berkenalan tidak sengaja dengan meditasi; di sebuah pagi. Saya kira itu adalah kelas yoga biasa. Ternyata; itu adalah kencan pertama saya dengan meditasi.

Saya belum pernah mengambil kelas meditasi lagi setelah kencan pertama itu. Tapi saya mencoba untuk menyempatkan waktu sebisa saya untuk mengambil waktu diam di pagi hari atau di malam hari; atau kadang-kadang di sela-sela kesibukan hari. Sejenak saja; untuk hening.

Saya masih sangat awam dan pemula dalam dunia meditasi ini, dan belum merencanakan mengambil kelas-kelas lanjutannya. Namun saya suka sekali dengan konsep sejenak hening ini.

Hening. Jauh sejenak dari hiruk-pikuk. Hening. Merasakan udara yang dihirup oleh tubuh dan dikeluarkan lagi setelah beberapa saat. Hening. Mencoba untuk menyadari keberadaan sekeliling; bentuk, warna, jumlah, rupa dan guna. Hening. Mencoba mengasah indera-indera yang ada; mendengar; menghirup; merasa. Hening.

Tik tik tik, bunyi hujan di atas genteng. Airnya turun, tidak terkira. Cobalah tengok, dahan dan ranting, pohon dan kebun; basah semua.

Hening sejenak; untuk menikmati lebih banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.