Menuju Jawa Timur dan timur Pulau Jawa

memulai perjalanan

Di bulan Februari, saya mengakhiri perjalanan saya dengan J&J. Bulan April nanti, saya akan mengawali perjalanan saya di perusahaan baru. Kakilangit pun demikian. Nah, di tengah-tengahnya, ada bulan Maret yang tidak mungkin saya dan Kakilangit sia-siakan begitu saja untuk melakukan sebuah perjalanan!

Sempat terpikir mau jalan-jalan ke Iceland gara-gara nonton film Walter Mitty. Apalagi di bulan Maret biasanya ada fenomena Aurora Borealis yang bisa disaksikan. Membayangkan tirai cahaya biru kehijauan yang berpendar dengan bercak-bercak merah jambu dan merah menari-nari seperti lidah api dilangit malam, membuat hati tergetar. Pasti indah sekali.

Tapi setelah cek tabungan, cek paspor yang harus diperpanjang, cek pembuatan visa, cek nilai tukar rupiah, dan cek jantung (karena nilai tukar rupiah yang ga kunjung turun), ya sepertinya tidak tahun ini kami ke sana.

Ke Jawa Timur dan timur Pulau Jawa adalah pilihan kami untuk perjalanan kali ini. Perjalanan akan kami mulai dari Kawah Ijen dan Baluran.

Iya, Kawah Ijen, tempat yang jika kami beruntung dan jika cuaca cerah dan mendukung, kami bisa menyaksikan Blue Fire, pita api biru yang menyala-nyala di langit malam pegunungan Ijen yang dipenuhi bintang-bintang. Tidak jauh berbeda dari Aurora Borealis lah.

Lalu Baluran? Kami sudah lama sekali ingin ke sana. Kakak saya yang dulunya kuliah di Biologi pernah berkunjung ke sana dan bercerita jika ada “Afrika” di Pulau Jawa. Nah, sebelum kami ke Afrika sebenar-benarnya (yang entah kapan ini), saya rasa ini pemanasan yang baik.

Ke Kawah Ijen jika hujan datang akan kurang menarik, ke Baluran banyak yang bilang sudah tidak secantik jaman kakak saya kuliah (kurang lebih sekitar 17-18 tahun lalu). Ah, apa pun itu, toh kami selalu menikmati perjalanan kami. Tunggu cerita saya untuk hal ini besok ya!

“Lalu setelah Kawah Ijen dan Baluran lalu ke mana?”
“Timur Pulau Jawa itu mana saja?”

Kami sudah punya beberapa tempat dalam daftar, tapi tiket belum ada dan tempat kami bermalam belum kami pesan. Masalahnya banyak tempat di Indonesia, yang ingin kami kunjungi karena keelokan dan keramahannya, tapi sebulan ternyata adalah waktu yang singkat untuk berjalan-jalan di negeri ini.

Mari kita bertualang mengikuti ke mana hati menuju dan kaki melangkah.

– ditulis di kereta Mutiara Timur, pada perjalanan menuju Banyuwangi –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.