1 Desember atau 1 Januari?

The Wedding? :)

1 Januari 2013! Dan semua orang merayakan datangnya tahun yang baru! Tahun yang tentunya memberi harapan baru; untuk membuat resolusi-resolusi baru atau untuk meneruskan resolusi tahun lalu yang belum juga terwujud! Semuanya sah! Sah juga kalau di kesempatan ini saya ingin berbagi mengenai cerita bahagia tentang yang terjadi tepat satu bulan lalu, 1 Desember 2012: saya menikah!

Saya teringat di awal tahun 2012, ketika saya menginjak usia tiga puluh, papa saya berkata (kepada saya, anak bungsunya ini), “De, kapan menikah? Kewajiban Papa tinggal satu, kamu menikah.” Dan saya menjawab, “Itu bukan kewajiban Papa kok, itu hak Ade!” Hahaha, saya masih saya senyum-senyum mengingat percakapan itu!

Namun, saya, Virtri, akhirnya menikah, memilih menggunakan hak saya. Tunggu, rasanya tidak tepat! Pernikahan tidak bisa dilakukan sendirian, minimal harus dua orang! Saya ralat. Saya akhirnya menikah dengan sahabat saya, Kakilangit.

Pernikahan kami datang hanya dengan formula sederhana: 1, 2, dan 3…

1 keputusan kami buat di akhir bulan Agustus, bahwa
2 keluarga kami akan bersatu di awal Desember, dan kami hanya memiliki
3 bulan persiapan yang harus dilakukan!!!

Hahaha, maksa!

Mengenai 3 bulan persiapan, itu memang sedikit memaksa. Banyak yang tidak percaya kami hanya mempersiapkan segalanya dalam waktu 3 bulan. Kami yang bekerja di Jakarta dan pernikahan yang akan dilangsungkan di Jogja, dan kami tidak memiliki pihak yang bernama Wedding Organizer. Agak tidak mungkin memang.

Tapi tidak ada yang tidak mungkin kalau kamu memiliki keluarga dan sahabat-sahabat hebat dan keren seperti yang kami miliki. Mereka yang suportif, selalu ada dan bisa diandalkan kapan pun untuk urusan apa pun! Name it! Mereka lah tempat kami mendapatkan pertolongan, nasihat, atau bahkan sekedar pelukan ketika kami lelah. Percayalah, mereka memiliki khasiat jauh melebihi dari klinik tong fang!

Saya ingin sekali menulis tulisan tentang beberapa hal yang ada di pernikahan kami tentang konsep acara, undangan, kostum, dekorasi, MC, musik, penyanyi, suvenir, katering, hingga transportasi dan listrik mati. Lebih dari tentang apa-apa saja, hal-hal yang ingin saya tulis adalah tentang siapa yang ada di belakangnya, yakni mereka, keluarga dan sahabat-sahabat kami, yang luar biasa Β dalam membantu mewujudkan 1 Desember kami. (aah, saya ingin rajin menulis di tahun yang baru ini!)

Terlalu banyak rasa bahagia yang meluap! Tidak bisa dihitung rasa syukur yang keluar dari dalam hati untuk tanggal 1 Desember, juga untuk hari- hari setelahnya ketika kami melakukan perjalanan impian kami ke Eropa, ke negeri-negeri yang telah lama kami idam-idamkan.

Tahun 2013, tahun yang baru. Saatnya merajut mimpi baru dan mewujudkannya. Jangan lupa juga membantu mewujudkan mimpi keluarga dan para sahabat. Kami belajar bagaimana mereka membantu mewujudkan mimpi kami di tahun lalu. Mungkin kini giliran kami.

(Masih) Hari pertama di tahun yang baru ini.

Latest posts by virtri (see all)

5 thoughts on “1 Desember atau 1 Januari?

  1. Thanks for sharing this neng πŸ™‚ happy new year to you too and beloved kakilangit πŸ™‚

  2. selamat yaa virtri! aku jg merencanakan pernikahan cuma 3 bulan. tapi untuk di kota kecil seperti padang, hal itu sih mungkin saja hehehe

  3. @butterfly menikmati dunia, terima kassiiih.. akan kami rayakan selalu cinta kami πŸ˜‰

    @vera, happy happy new year!

    @alia, jogja juga kecil kok.. Dan yg mmbuat itu semakin mgkn karena acaranya sederhana sahaja πŸ™‚

  4. “(aah, saya ingin rajin menulis di tahun yang baru ini!)”

    Baiklah. Ini masih dalam suasana tahun baru kok. Masih akhir bulan tiga… πŸ˜‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.