Ritual Rindu

 

Adalah mampir ke rumah solilokuimu, mengulang kisah-kisah yang telah lalu.

Itulah yang kulakukan ketika aku sedang rindu kamu. Membaca untaian kata yang terajut indah di sana, yang menawan hati mereka yang membacanya! Termasuk aku. Iya, aku belum juga bosan mengagumi karya-karyamu.

Bagiku, kamu adalah seorang makhluk eksakta yang berjiwa sastra. Kamu mampu mengungkap luapan emosi dalam jalinan aksara; hasrat, duka, kecewa, ratap, gelisah, ragu, mimpi, bahagia, iba, tawa, juga cinta.

Dan tulisan-tulisan itu semakin bersinar di saat kamu benar-benar jatuh; sedang jatuh terpuruk ataupun sedang jatuh hati. Aku jadi tergoda untuk ‘menjatuhkanmu’ agar kamu kembali mengisi rumahmu itu dengan beragam karya menawanmu 🙂

Kamu apa kabar? Ada kisah yang ingin kamu bagi hari ini, sahabatku?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.