Mbak Ni

Kata mama, ketika kakak saya masih kecil dan susah makan, cara mama membuat kakak saya mau makan adalah dengan bercerita, lalu berhenti di tengah-tengah. Kakak saya pun penasaran ingin dengar kelanjutannya. Dan mama akan melanjutkan ceritanya jika kakak saya mau makan dulu.

Mungkin karena rasa penasaranya yang tinggi itulah, kakak saya tumbuh menjadi pendengar yang baik. Sering kakak saya menanyakan bagaimana kelanjutan cerita saya yang sempat terpotong. Rasanya menyenangkan sekali mengetahui lawan bicara kita benar-benar memperhatikan apa yang kita ceritakan.

Kakak saya juga pintar menempatkan diri kapan harus mendengarkan. Baru-baru ini dia menegur saya ketika saya asik membaca buku di tengah-tengah sanak saudara yang sedang bercakap-cakap dalam pertemuan keluarga.

Darinya, saya belajar untuk menjadi pendengar yang baik dan bijak mengetahui kapan waktunya mendengar.

2 thoughts on “Mbak Ni

  1. Hu… huu… terharuuu… Ga nyangka ternyata aku punya sifat2 positif yg patut utk dicontoh…

    Selama ini aku terlalu under-estimate sama diriku sendiri. This post improves my self-esteem… haha…. *lebay krn kurang pujian ;p*

    Anyway, this post makes my day! Thank you, honey bunny sweety… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.