Akhir Pekan Tanpa Jalan-jalan

Jalan-jalan, terutama ke tempat baru, di setiap akhir pekan; itu aktivitas ideal buat kaki-kaki yang gatal dan jiwa yang bergelora.

Tapi sering kali hal itu tidak bisa dilakukan. Faktornya bisa macam-macam. Ada acara seru dari kantor di akhir pekan, menghadiri undangan pernikahan teman atau saudara, lelah fisik karena sudah renta, atau yang paling sering adalah kendala tidak ada uang atau sedang menyimpan uang demi jalan-jalan yang jauh dan butuh banyak biaya (tetep akhirnya untuk jalan-jalan, hehehe).

Lalu ngapain donk? Ke Mal? Tentu tidak! Mal di akhir pekan sama dengan Jalan Sudirman di jam-jam kerja. Penuh sesak.

Akhir pekan tanpa jalan-jalan bisa dikompensasi dengan hal-hal berikut:

Olah raga

Demi menjaga stamina tubuh yang kian renta dimakan usia, olah raga sepertinya sudah harus menjadi aktivitas yang diprioritaskan. Buat saya tujuan olah raga adalah demi tercapainya tubuh yang bugar dan jiwa yang senang. Oleh karena tidak ingin bosan karena olah raga, saya tidak punya olah raga yang sama tiap minggunya. Suka-suka saya saja. Pingpong, renang, lari, jalan, badminton, yoga, bercinta (eh!), apa pun yang penting tidak terpaksa.

Berkesenian

Tempat-tempat seperti Taman Ismail Marzuki, Komunitas Salihara, Gedung Kesenian Jakarta, atau taman-taman hijau yang tersebar di Jakarta sering menyediakan pertunjukkan kesenian yang sering kali tidak berbayar. Pun jika berbayar, harganya masuk akal dan sangat pantas untuk yang didapatkan. Teater dan musik. Dua hal itu yang biasanya mendominasi acara berkesenian yang kami kejar. Pertunjukkan yang mengandung pesan budaya yang membuat pikiran tercerahkan dan jiwa terasah.

Melakukan hobi

Ketika jalan-jalan adalah hobi utama, bukan berarti tidak ada hobi lainnya yang tersisa. Hobi saya yang lain adalah membaca. Seperti yang dirasakan beberapa teman saya yang suka membaca juga, dulu sewaktu menjadi pelajar atau mahasiswa, banyak sekali waktu luang untuk membaca, namun tidak ada uang untuk membeli buku-buku favorit. Sekarang ketika sudah bekerja, ada uang yang bisa kita sisihkan untuk membeli buku-buku tersebut, tapi seringkali kita mengeluh tidak ada waktu untuk membaca karena habis waktu untuk bekerja. Betul, di hari kerja, setiap pulang kerja saya jarang sekali membuka buku. Mata yang mudah mengantuk di malam hari membuat saya memilih menonton film sebelum tidur. Akhirnya, buku-buku mendapat perhatian saya di akhir pekan atau menjadi teman ketika saya jalan-jalan.

Selain membaca, belakangan ini saya suka sekali dengan aktivitas mewarnai menggunakan kuas. Diawali dengan mewarnai kanvas berukuran 30x20cm dan puas dengan prosesnya, saya melanjutkan dengan kanvas berukuran lebih besar dan gambar yang lebih kompleks pemberian dua sahabat. Ternyata saya begitu menikmati bermain kuas dan warna. Dinding Ruci, kertas dan botol menjadi bisang pelampiasan saya berekspresi. Pernah sekali pipi Kakilangit yang menjadi pengganti kanvas. Hihihi, terima kasih, Sayang.

Kopi.. kopi.. kopi..

Tiada hari tanpa kopi buat saya dan Kakilangit. Di hari kerja, minum kopi di pagi hari tidak bisa berlama-lama. Beda dengan di akhir pekan. Proses menyiapkan kopi hingga meminumnya bisa dilakukan berlama-lama, merasakan menit demi menitnya, menyeruput kopi sambil berimajinasi tentang banyak hal, menyesap kopi sambil membaca dan menulis, menikmati kopi di rumah atau di kedai kopi langganan, sendiri, berdua atau bersama senda gurau sahabat-sahabat kesayangan.

Menikmati kopi sambil merencakan jalan-jalan selanjutnya.

Iya, akhir pekan tanpa jalan-jalan selalu bisa diisi dengan rencana jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.