Tiga Puluh

 

“Bagaimana rasanya memasuki usia tiga puluh? Tidakkah itu seperti memasuki centuri yang berbeda?” tanya seorang kawan dalam perjalanan solo travelling saya beberapa bulan lalu.

“Selamat datang dalam klub kita!” seru beberapa teman yang sudah lebih dulu menginjak usia tiga puluh sebelum saya di bulan lalu, seraya tersenyum lebar.

” Welcome to the magical age, Virtri!” demikian pesan singkat yang saya terima dari bos besar saya di kantor di hari ulang tahun saya.

Ucapan-ucapan dan pesan-pesan serupa mengalir dan bergulir sepanjang bulan februari; bulan cinta; bulan saya.

Ya, saya (akhirnya) tiga puluh!!! Yeay!!!

Apakah saya merasakan perubahan yang sangat besar, perbedaan yang sangat jauh dari usia-usia sebelumnya? Sedemikian berbedanya seperti berada di abad yang berbeda? Sejauh ini tidak!

Saya memang tidak merasakan perubahan besar secara drastis, tapi saya justru mau mulai melakukan perubahan-perubahan kecil di usia baru ini. Tentu saja perubahan yang menjadikan saya manusia yang lebih baik, dan yang lebih bermakna untuk sesama. Hal-hal kecil dan sederhana, yang semoga bisa berdampak besar kelak.

Membuat keajaiban-keajaiban kecil dan sederhana, buat kamu dan mereka; itu tujuan saya, in my magical age!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.