Perempuan dan Kopi Hitam

“Mau dibuatin minum apa, Mbak?”

“Kopi boleh deh”

“Kopi susu kan?”

“Engga, kopi hitam aja”

“Hah? Kopi hitam? Kayak Bapak-bapak lainnya? Sekalian rokoknya ga, Mbak?”

Ketika saya masih bekerja di lapangan, berkunjung dari satu distributor ke distributor lainnya, dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya, dari satu daerah ke daerah lainnya, seringkali percakapan di atas terjadi. Perempuan yang bekerja di lapangan, menyetir sendirian ke mana-mana, menurut mereka tidak biasa, apalagi perempuan yang sama juga menggemari kopi hitam.

Saya pikir itu hanya berlaku ketika saya masih di daerah, tapi saya salah. Di kantor pusat yang berlokasi di Jakarta, beberapa orang juga masih melihat aneh perempuan yang suka minum kopi hitam. Isu gender sepertinya belum juga usai. Pelekatan atribut-atribut tertentu pada perempuan dan laki-laki dalam konteks sosial masih banyak terjadi.

Beberapa hari yang lalu, seorang teman laki-laki berujar mengenai apa yang tidak bisa dilakukan oleh perempuan dan bisa dilakukan oleh laki-laki dalam kehidupan sosial ini, dan sebaliknya. Saya tergelitik dan secara spontan langsung mengajaknya berdiskusi. Obrolan kami cukup panjang dan saya pun mengajaknya untuk membuat daftar apa saja yang bisa dilakukan perempuan dan laki-laki. Malam itu berakhir dengan kesepakatan bahwa perbedaan laki-laki dan perempuan adalah hanya untuk aspek biologis seperti melahirkan dan cara pipis, hehehe.

Saya yang tidak sering menggunakan rok, saya yang berantakan, saya yang suka tertawa keras, saya yang suka petualangan, saya yang cukup bisa membaca peta dan kurang bisa mendengar (ingat buku “Why women can’t read maps and men don’t listen”?), saya yang tidak suka berdandan, saya yang suka minum kopi hitam; semua tidak ada hubungannya dengan keperempuanan saya.

Ayolah, saya masih perempuan dan saya suka menjadi perempuan. Perempuan yang suka menyeruput kopi hitam. Itu saja.

Latest posts by virtri (see all)

One thought on “Perempuan dan Kopi Hitam

  1. ini juga. coba dipost tgl 8 Maret, Hari Perempuan International 😉 *protes mulu
    itu baru perbedaan Perempuan dan Laki-laki. Ada lagi yang membedakan istilah Perempuan dan Wanita, makin pusing aja deh.

    saya juga perempuan dan ga suka kopi hitam, pait. Kalo pare saya suka, padahal pait juga, kenapa ya?

    Be urself and be happy :))
    Love u just the way u are hehe… *ngegombal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.