Sabtu kemarin

Banyak hal yang bisa dikeluhkan hari Sabtu kemarin, ketika saya dan sahabat-sahabat saya memiliki beberapa acara di hari itu! Beberapa di antaranya adalah:

1. Macet!!! Setidaknya kurang labih 70% waktu saya dan sahabat-sahabat saya hari ini kami habiskan di jalan. Perjalanan Pondok Cabe – Depok – Bintaro yang kami tempuh Sabtu kemarin menghabiskan waktu 3x lipat dari biasanya. Padahal ini akhir pekan loh, bukan hari kerja. Faktor yang menyebabkan, salah satunya adalah ditutupnya pintu tol Bintaro akibat tergenang air (banjir 1.5m lebih tepatnya). Mau mengambil alternatif jalan lain, sudah tidak bisa. Terjebak macet, itu adalah kata yang tepat.

2. AC mobil rusak!! Ya betul sekali, dalam perjalanan panjang nan macet yang di luar sesekali hujan dan lebih banyak disinari terik matahari, AC mobil saya malah menimbulkan udara panas dan bau yang aneh. Akibatnya, timbullah bulir-bulir keringat dengan bau yang aduhai (sangat tidak) sedapnya dari badan kami. Kami berharap bisa mendapat udara segar dari luar. Tapi faktanya, jika buka jendela, kami harus menghirup bau asap kendaraan dan sesekali bau sampah. Jika tutup jendela, kami bisa sempoyongan dan mabok mencium bau aneh AC yang panas yang bercampur bau keringat kami sendiri. Pilihan yang tidak mudah memang. Hihihi.

3. Kolam renang yang jorok! Wah, panjang ceritanya. Intinya, salah satu agenda kami hari itu adalah berenang, dan kami akhirnya sempet nyemplung di salah satu kolam renang di Bintaro yang airnya butek dan penampakan kamar mandinya sangat horror! Waktu berenang pun sempat terjadi beberapa insiden fisik! Duh!

Ya, macet memang menyebalkan. Keadaan panas juga membuat emosi jiwa. Mau menyegarkan diri di kolam renang akibat macet berjam-jam, eh kolam renangnya tak seperti dugaan, juga mengecewakan.

Tapi mengeluh bukan menjadi pilihan kami. Sebaliknya, ini yang saya dan sahabat-sahabat saya lakukan:

1. Main tebak-tebakan di kala macet. Kamu tau permainan “pancasila lima dasar”? Iya, itu salah satu permainan tebak-tebakan yang kami mainkan. Mainan ini berupa pertanyaan, bisa apa saja, misalnya ‘sebutkan nama-nama buah’, ‘nama-nama negara’, dll. yang jawabannya harus diawali dari huruf tertentu yang ditentukan dari jumlah jari-jari yang diajukan peserta. Jika ada yang tidak bisa menemukan kata atau jawabannya, dia kalah. Seru deh! Kamu bisa mencobanya.

2. Main ‘games’ yang ada di telepon seluler. Kami kemarin melakukan permainan dari ponsel yang bisa dimainkan berdua, sehingga ada kompetisi di situ. Jika kamu ingin mengikuti kami, ada catatannya. Ini hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sedang tidak menyetir loh ya. Sang supir hanya boleh ikut tertawa-tawa. Tidak aman jika sang supir juga ikut-ikutan mainin ponsel di kala menyetir.

3. Mendengarkan lagu-lagu dan bernyanyi bersama keras-keras. Bisa lagu-lagu dari radio, kaset, CD, atau dari stok lagu di ponsel. Kalau ga tau liriknya, ikuti cara kami yakni dengan segera men-downloadnya liriknya dari ponsel. Ponsel kamu bisa akses internet kan? Jika pun tidak, andalkan kemampuan mengingatmu akan lirik-lirik lagu! Agak ngawur atau fals juga tidak apa-apa. Toh yang mendengar hanya teman-temanmu kan! 🙂

4. Berfoto-foto. Iya, kami biasanya melawan bosan dengan foto-foto. Dengan latar belakang apa pun. Pun hanya di dalam mobil. Ini menyuburkan jiwa narsis kami yang positif. Maksudnya mengarahkan kami untuk lebih percaya diri di dunia ini. Halakh!

5. Berhenti sejenak di minimarket untuk mencari minuman dingin yang bisa menyegarkan dahaga dan snack yang mengganjal perut di kala macet atau sekedar menyibukkan mulut dengan MSG yang rasanya pas di lidah. Hehehe.

6. Berhenti dua jenak di rumah makan andalan. Tidak perlu yang mahal. Yang penting bisa cocok dengan semua orang. Pilihan kami saat itu adalah Bebek Goreng H. Slamet cabang Depok yang sudah cukup terkenal seantero Jawa. Pedasnya sambal korek membuat lidah bergoyang dan hati menjadi riang. Malam harinya ketika kami mengunjungi teman kami di Bintaro, pilihannya tak kalah nikmat, Rumah Makan SS (Spesial Sambal). Slurp…

7. Lalu, bagaimana mengatasi kolam renang yang tidak rupawan plus insiden-insiden kecil yang terjadi itu? Lagi-lagi, kami mencoba bermain-main di sana. Lempar-lemparan bola, ciprat-cipratan, dan foto-foto (jiaaahh, lagiii??) adalah hal-hal yang kami coba lakukan.

8. Yang paling penting, baik di kala macet, atau menghadapi hal lainnya yang tidak menyenangkan di kolam renang, hal paling mengasyikan untuk kami lakukan adalah berbagi cerita. Iya, tentang segala hal. Selentingan pikiran yang tiba-tiba mencuat, atau kisah tentang hari-hari kami, atau kisah teman-teman kami, atau kisah para artis dan selebritis, hihihi. Pokoknya kita berbagi cerita atau berbagi apa pun baik yang senang, membahagiakan, sedih, mengkhawatirkan, lucu atau bahkan yang memalukan. Itu sangaaaaatt mengasyikan!

9. Tak lupa, saya bersyukur. Untuk segala hal yang terjadi di hari itu. Bahwa saya menjalani hari itu bersama-sama dengan para sahabat; bahwa 3 agenda utama kami untuk mengunjungi alternative tempat pernikahan buat sahabat saya terpenuhi (meski sudah telat); bahwa akhirnya kami berhasil mengunjungi rumah seorang teman kami lainnya di Bintaro dan kami bisa bercengrama dengan istrinya pun bermain-main dengan buah hatinya.

10. Kami juga bersyukur bahwa kami hanya terjebak di kemacetan, bukan terjebak di dalam air di tempat banjir dengan ketinggian 1.5 meter; bahwa kami masih bisa naik mobil meski dengan AC rusak sehingga kami tidak perlu berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya, juga tanpa kehujanan, kepanasan, atau kepayahan; bahwa kami masih bisa bersenang-senang di kolam renang ketika banyak orang yang ingin berenang tapi tidak bisa menikmatinya.

11. Dan saya bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan hidup buat saya satu hari lagi, dan saya masih bisa menikmatinya.

Betul, memang banyak hal yang bisa dikeluhkan. Namun jika dihitung, ternyata jauh lebih banyak lagi hal yang bisa dinikmati & disyukuri. Masihkah perlu mengeluh? Rasanya tidak 🙂

Eh, sudah mau hari Senin! Sudah masuk minggu yang baru lagi.

“Selamat pagi semua! Selamat menikmati hari-hari di minggu yang baru ini!”

Untuk para sahabat dan mereka yang jarang sekali mengeluh; terima kasih! Kalian membuatku belajar dan lebih menikmati hidup

Latest posts by virtri (see all)

3 thoughts on “Sabtu kemarin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.