Penculikan Seorang Sahabat

Seorang sahabat saya, si Ceriadunia, berulang tahun di hari Sabtu kemarin. Saya dan Senyumpagi sudah menyiapkan sesuatu untuknya. Sebuah kejutan yang seru! Kamu mau tau bagaimana ceritanya?

Saya dan Senyumpagi tidak pura-pura lupa kalau dia ulang tahun seperti yang dilakukan orang-orang jika ingin membuat suatu kejutan. Yang kami lakukan justru kami menanyakan apa rencana Ceriadunia dan kami meminta agar kita bisa bertemu untuk merayakan ulang tahunnya. Namun, kami katakan jika Senyumpagi harus liputan penting di hari Sabtu, sehingga kami tidak akan bisa bertemu dan merayakan hari ulang tahunnya pas di hari Sabtu tersebut. Akhirnya, kami sepakat untuk merayakannya dengan makan malam bersama di Jumat malam. Saya dan Senyumpagi pun mengarahkan tempat makan kita ke restoran yang memiliki kolam renang sehingga Ceriadunia membawa pakaian renang.

Jumat malam itu, berkumpulah saya, Senyumpagi, Ceriadunia, Pendongeng ajaib (suami Senyumpagi), dan Natalia – seorang sahabat kami lainnya, di Pancious, Permata Hijau. Kami pun berakting kecewa karena tidak bisa berenang di sana (meski sebenarnya kami sudah tahu benar jika kolam renang di sana tidak mungkin bisa digunakan untuk berenang. Ya iyalah, mau jadi tontonan segar para pengunjung apa? Hihihi). Fettuccini Mushroom, Spaghetti Salmon Marinara, Pasta Tuna, dan berbagai pancake dan waffle seperti  Coco Baileys dan Coco Berries menjadi pilihan kami di malam tersebut. Kami mentraktir Ceriadunia di malam itu dengan alasan itulah hadiah kami untuknya. Kami meyakinkannya bahwa demikianlah cara orang Eropa memperlakukan mereka yang berulang tahun.

Waktu menunjukkan pukul 22.30 dan Pancious akan segera tutup. Kami melanjutkan acara ke sebuah kedai kopi Anomali di bilangan Senopati. Pendongeng Ajaib pun pamit pulang, tidak ikut serta dengan kami. Senyumpagi mengatakan bahwa ia tidak pulang bersama Pendongeng ajaib, karena ia akan pulang ke rumah orang tuanya. Liputan yang akan dilakukannya pada hari Sabtu berlokasi di pasar dekat rumah orang tuannya. Itu sebabnya jua ia membawa tas yang agak besar untuk bermalam di sana (padahal itu adalah kamuflase bahwa sebenarnya dia membawa perlengkapan ‘perang’ kami).  Kami pun menunggu saat-saat pergantian hari dengan percakapan-percakapan ringan dan beberapa cangkir kopi.

00.00, hari Sabtu telah tiba! Kami mengucapkan selamat ulang tahun untuk Ceriadunia, tanpa kue, lilin, maupun kado. Beberapa menit setelahnya, kami pun beranjak dari kedai kopi. Destinasi pertama adalah mengantarkan Natalia pulang ke kostnya di daerah Mampang. Lalu setelahnya, kami berencana menurunkan Senyumpagi ke depan The Sultan Hotel untuk ia mencari taksi dan pulang ke rumah orang tuanya. Hihihi, itu sebenarnya sangat mengada-ada karena harusnya tempat biasa menurunkan Senyumpagi adalah Blok M, tapi karena yang dekat dengan jalan tol kota adalah The Sultan Hotel, saya pun mengarang kalau ke Ciledug dari The Sultan Hotel lebih dekat dibanding dari Blok M. Toh sahabat saya si Ceriadunia buta peta Jakarta! Hehehe.

Sesampainya di depan The Sultan Hotel, Bluvi (baca: mobil Avanza biru saya) kami parkir di sebuah halte dan…..tararaaaaa!!! Kami mengaku pada Ceriadunia kalau kami sebenarnya mempersiapkan kejutan untuknya!

Pertama-tama, kami memberi kado buat Ceriadunia. Kamu mau tau isinya? Isinya sepotong handuk (yang adalah milik Ceriadunia yang tertinggal di rumah Senyumpagi). Kami meminta Ceriadunia menggunakannya untuk menutup wajahnya sampai di tempat kami minta ia boleh membukanya. Ia boleh menerka-nerka kemana kami pergi, namun kami tidak akan menjawab benar atau tidaknya tebakannya. Hihihi, seru kan!

Ceriadunia sempat berpikir bahwa kami membawanya ke rumahnya di Depok dan pesta kejutan ulang tahun yang melibatkan keluarga dan teman-teman kami lainnya sudah menunggu di rumahnya. Ah, itu sih sudah biasa! Tak mungkin kami lakukan. Hehe.

Kemudian kami pun membawanya masuk tol dan berkeliling-keliling kota Jakarta. Berkeliling kota sebenarnya bukan tujuan kami. Itu terjadi karena kami sempat tersesat. Saya belum pernah ke daerah situ sebelumnya dan Senyumpagi yang pernah ke sana pun dahulu naik ojek. Jadi, tidak bisa diharapkan jika dia mengingat bagaimana mencapainya. Alhasil, kami sempat masuk ke daerah perumahan di Pantai Indah Kapuk dan bertanya dua kali bertanya pada pak satpam. Untuk bertanya pun tidak mudah. Kalau hanya membuka kaca jendela, Ceriadunia akan tahu kita akan ke mana. Untuk itu, saya harus turun sejenak dari Bluvi dan bertanya supaya tidak terdengar oleh mereka yang di dalam Bluvi.

Seru sekali aksi kami malam itu. Penculikan seorang sahabat. Demikian kami menamainya. Meski Ceriadunia sempat menggunakan istilah ‘Trafficking’ instead of ‘Kidnapping’, hehehe. Kedua istilah tersebut memang bermakna kriminal. Tapi, baik penculik maupun korban, sama-sama bahagianya, jadi aksi malam itu tidak bisa kita golongkan sebagai perbuatan kriminal 🙂

Akhirnya, kami pun sampai di tempat tujuan: Muara Angke! Iya benar, pasar ikan yang baunya minta diampunin sama masyarakat setempat dan mereka yang berkeliaran di sana! Kamu pernah ke pasar tradisional/pasar daging/pasar basah? Bau kan? Nah, kalikanlah bau tersebut dengan angka 10. Fiuhh.. kami berharap kami mendapat serangan hidung tersumbat untuk sesaat itu saja. Aku yakin kamu pun juga tak tahan dengan bau yang menusuk itu. Keren deh mereka yang hidup tiap hari di sana untuk mencari sesuap nasi!

Rencana kami adalah membawa Ceriadunia keluar dari Bluvi, masih dengan mata tertutup, dan membawanya ke pelabuhan untuk kita mengadakan ritual ulang tahun dan menikmati anggur di sana. Oleh karena tidak tahan dengan bau di tempat itu jika kami keluar dari Bluvi, juga mengantisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kami, tiga orang perempuan keren ini, kami memutuskan untuk berhenti sejenak di tempat parkir saja dan melanjutkan aksi kejutan kami di dalam Bluvi.

Pada saat itu sudah pukul 2 dini hari. Kami pun meminta Ceriadunia untuk membuka handuk yang menutupi wajahnya. Lalu, kami menyalakan lilin pada kue kecil yang kami sudah siapkan, mengalunkan musik “Happy Birthday”, dan memberikan sebuah kotak dan meminta Ceriadunia membukanya. Isi kotak tersebut adalah secarik kertas bertuliskan:

“Hi Ceriadunia sayang, Selamat Ulang Tahun! Dua sahabatmu ini akan mengajakmu jalan-jalan ke Pulau Tidung!”

Dan Ceriadunia pun berteriak-teriak kegirangan! Dan teriakannya semakin menjadi ketika ia menerima hadiah Snorkel Set dari kami, Senyumpagi, Pendongeng ajaib, Kakilangit dan saya, agar bisa ia gunakan di Pulau Tidung.

Bahagia rasanya melihat seorang sahabat (yang kami culik) merasa begitu bahagia di hari ulang tahunnya.

Latest posts by virtri (see all)

3 thoughts on “Penculikan Seorang Sahabat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.