what if

Bagaimana jika aku katakan aku bahagia berada di dekatmu,

bersama kita tersenyum, terbahak, atau hanya menikmati diam.

Ini sudah lewat dari seribu masa.

Harusnya sudah melayang segala letup rasa.

Panas, dingin, cerah, berawan, gerimis, deras, pelangi maupun badai sudah kita jalani penuh.

Harusnya sudah muncul rasa jenuh.

Bagaimana jika aku katakan aku nyaman berada di dekatmu,

bersama kita tersenyum, terbahak, atau hanya menikmati diam.

Aku bisa mencinta;

dengan tetap menjadi diriku;

apa adanya aku;

tanpa berpura;

tanpa terpaksa.

Bagaimana jika aku katakan aku bahagia dan nyaman berada di dekatmu,

bersama kita tersenyum, terbahak, atau hanya menikmati diam;

maukah kamu tidak berjengkal dariku?

Latest posts by virtri (see all)

One thought on “what if

  1. kaki ini saling bertaut menopang tubuh yang melemah…..
    langkah tak lagi searah dan nafaspun ingin mengatakan tidak….
    mataku hanya bisa memandang hijau dan putihnya alam ini…..tak lagi bercerita tentang pelangi yang konon indah…..mentari masih terus menyapaku dalam keraguan kabut yang terus menderaku hingga tak ada terkata sebutirpun….marah tak berarti aku kuat….
    setitik mata air menghapus keresahan sementara ini….tak lagi ingin aku bercerita tentang sesiapa…..aku hanya berpikir untuk terus menyeret langkah dalam kegelapan dan menemukan setitik terang disana…..
    ketika kita bicara hanya embun yang ada….sejuk….membelai….dahan ranting yang takkan berhenti melambai….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.