temani aku

Malam pekat. Lampu kumatikan. Jadinya gelap. Aku terlelap. Kubermimpi. Tidak bagus. Aku tidak suka. Ingin terbangun. Namun tak kuasa. Kepayahan. Kelelahan. Ku tetap berusaha. Susah. Aku belum terbangun juga. Letih. Aku ingin bangun. Iya, keluar dari mimpi ini. Ayo bangun. Tidak bisa. Mimpi itu terus mengejarku. Ayo, aku bisa, kataku. Berusaha. Berusaha. Berusaha. Aku tersentak. Aku berhasil. Aku bangun. Aku terengah.

Kucari telepon selulerku. Kuraih. Kucari namamu. Kutekan tombol hijau. Aku menghubungimu. Aku mendapatkanmu. Aku mendengar suaramu. Suara yang selalu membuatku tentram.

"Aku bermimpi buruk. Temani aku."

"Iya, aku temani kamu."

"…"

"…"

Hanya dalam seketika aku terlelap lagi dengan headphone menempel di telinga; dengan rasa nyaman yang menempel di hati.

Terima kasih ya.

3 thoughts on “temani aku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.