BIP BIP
Telepon selularku berbunyi pelan tanda ada pesan pendek masuk. Sambil tetap berjalan menuju kotak mungil tempat kerjaku, kubuka pesan itu.
“Selamat pagi. Sekali lagi makasih ya, San! Kamu memang malaikatku!”
Pesan dari Mbak Kanti rupanya. Aku menggantikan shift kerjanya hari ini setelah dia membujukku mendadak tadi malam selagi kita bersiap pulang. Tanpa ia bujuk, sebenarnya aku akan dengan senang hati menggantikannya. Bukan, bukan karena aku suka bekerja keras di hari yang seharusnya aku libur. Hanya saja, Mbak Kanti bercerita ia ingin mengajak anak-anaknya yang libur di Hari Libur Imlek ini. Mereka ingin pergi ke Ragunan katanya. Aku bisa membayangkan wajah-wajah anak-anak Mbak Kanti ketika bertemu dengan hewan-hewan di sana. Mereka pasti bersorak-sorak kegirangan.
“Sama-sama, Mbak. Semoga jalan-jalannya seru yah! Salam buat Kaka & Kiki” kubalas pesan pendek itu.
Jam menunjukkan pukul 5 dini hari. Musim hujan di bulan Januari ini menghasilkan angin kencang di pagi hari yang kerap menyusup sendi-sendi, membuat gigi-geligi tak jarang bergemeletuk. Pak Tono sepertinya sudah berbenah, siap untuk kugantikan.

