from malang to surabaya

(ini bukan tulisan tentang mudik. kalo mudik, judulnya akan “from surabaya to jogja”, hehe. oia, selamat idul fitri ya untuk kamu yang merayakannya. aku minta maaf untuk segala tuturku yang bercela dan lakuku yang tak berkenan di hatimu. kamu mau memaafkanku, kan?)

Delapan bulanku tinggal di Malang sudah tuntas. Akhir September kemarin aku pindah ke Surabaya untuk tinggal di kota pahlawan ini.

Malang yang sejuk, Malang yang cantik, Malang yang nyaman, tak akan kudapati lagi tiap harinya. Bagaimana aku bisa mudah melupakan kota itu, delapan bulan adalah waktu yang lebih dari cukup bagi Malang untuk menawan hatiku. Tiap pagi dan sore aku disuguhi pemandangan liuk siluet pegunungan yang hingga sekarang tak dapat kuhafal satu per satu gunung apa saja yang mengelilingi kota indah itu. Kota yang dicintai gunung-gunung, demikian sapa sahabatku pada kota ini. Wajar saja jika hawa di kota ini begitu bersahabat. Hembusan angin yang lembut, hijau pohon di sisi kiri dan kanan jalan-jalan kota, dipadu dengan beberapa bangunan tua jaman Belanda menarik kedua sudut bibirku untuk tersenyum tiap aku menyusurinya.

Ada beberapa sudut yang membuatku betah berlama-lama untuk menikmati kota ini:

 

Read more »

WordPress Themes