Category Archives: pikir-pikir

Tiga Puluh

  “Bagaimana rasanya memasuki usia tiga puluh? Tidakkah itu seperti memasuki centuri yang berbeda?” tanya seorang kawan dalam perjalanan solo travelling saya beberapa bulan lalu. “Selamat datang dalam klub kita!” seru beberapa teman yang sudah lebih dulu menginjak usia tiga … Continue reading

Posted in pikir-pikir | Leave a comment

Resolusi atau Evolusi?

Tahun baru t’lah tiba!!! Bahagia rasanya melewati pergantian tahun tadi malam. Meski tidak ke mana-mana, suasana ceria mereka yang antusias merayakannya sangat terasa, di televisi, di twitterland, di facebook world, dan terutama yang terlihat jelas dari balkon. Iya, pergantian tahun … Continue reading

Posted in pikir-pikir | Leave a comment

Target

Kamu tahu, ini tulisan saya yang ke 100 di Dunia Luna lho! Antara senang dan sedih. Senang akhirnya mencapai angka 100, tapi sedih karena kalau dipikir-pikir, ternyata baru 100 tulisan saja! Huhuhu. Saya yang mengaku suka menulis hanya menghasilkan 100 … Continue reading

Posted in pikir-pikir | 8 Comments

Berani Beda

“Pin lo berapa, Vir? Tar gw bbm ya.” “Nope, gw ga pake bb!” “Hah, serius lo ga pake bb? Hari gini ga pake bb” “Iya. Emang kenapa? Ada yang salah?” Iya, ada yang salahkah  ketika saya tidak menggunakan BB sampai … Continue reading

Posted in pikir-pikir | 6 Comments

Melukis secercah senyum

Beberapa jam yang lalu, sambil mendengarkan acara televisi mengenai  keputusan menteri agama akan kepastian hari idul fitri tahun ini, tiba-tiba saya, kakak saya dan ayah saya bercakap-cakap. Tentang zakat, tentang kurban, tentang persepuluhan, tentang persembahan. Percakapan diawali ketika ayah saya … Continue reading

Posted in pikir-pikir | Leave a comment

Berbagi 250cc

Hari ini saya kembali melakukan donor darah. Saya memang memasukkan “donor darah 4x” dalam daftar 29 hal yang saya akan lakukan dalam usia 29 tahun ^^. Kenapa 4x? Konon berdasarkan alasan kesehatan, tidak baik jika diambil darah sebanyak itu beberapa … Continue reading

Posted in pikir-pikir | Leave a comment

Perempuan dan Kopi Hitam

“Mau dibuatin minum apa, Mbak?” “Kopi boleh deh” “Kopi susu kan?” “Engga, kopi hitam aja” “Hah? Kopi hitam? Kayak Bapak-bapak lainnya? Sekalian rokoknya ga, Mbak?” Ketika saya masih bekerja di lapangan, berkunjung dari satu distributor ke distributor lainnya, dari satu … Continue reading

Posted in pikir-pikir | 1 Comment