Archive for the Category »pikir-pikir «

Resolusi atau Evolusi?

Tahun baru t’lah tiba!!!

Bahagia rasanya melewati pergantian tahun tadi malam. Meski tidak ke mana-mana, suasana ceria mereka yang antusias merayakannya sangat terasa, di televisi, di twitterland, di facebook world, dan terutama yang terlihat jelas dari balkon.

Iya, pergantian tahun adalah perayaan semua umat manusia, tanpa memandang suku, agama, ras, golongan, dan berat badan (juga tampang, demikian ujar teman saya, hihihi).

Seperti tahun-tahun yang silam, pergantian tahun kali ini juga dipenuhi oleh resolusi-resolusi yang dibuat banyak orang. Resolusi yang paling banyak dilakukan adalah untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik, misalnya berolah raga dua kali dalam seminggu, berhenti merokok, ikut kursus bahasa asing, menjadi vegetarian, dan sebagainya.

Seiring berjalannya waktu, biasanya di bulan ketiga atau keempat, resolusi-resolusi itu terlupakan dan kebiasaan lama pun berulang. Begitu setiap tahunnya.

Saya sendiripun sering mengalami hal yang serupa. Seringkali malu karena beberapa resolusi tidak juga terlaksana. Hanya manis di bibir saja ketika mengucapkan, hanya menggebu-gebu di dada saja ketika membuatnya.

Lalu apakah saya berhenti membuat resolusi? Seperti halnya beberapa target demi target saya yang belum tercapai, namun saya tidak pantang menyerah, demikian halnya dengan resolusi saya.

Saya selalu bersyukur dengan adanya tahun baru dan juga ulang tahun. Keduanya adalah momen untuk saya berefleksi. Iya, saya memang belum juga memenuhi semua resolusi dan semua target saya. Namun saya percaya akan adanya sebuah evolusi untuk menjadi manusia yang lebih baik dari setiap penggalan-penggalan pemenuhan resolusi.

Selamat tahun baru! Selamat membuat dan melaksanakan resolusi-resolusi baru! Dan selamat terus berevolusi menjadi manusia yang lebih baik! :)

Target

Kamu tahu, ini tulisan saya yang ke 100 di Dunia Luna lho!

Antara senang dan sedih. Senang akhirnya mencapai angka 100, tapi sedih karena kalau dipikir-pikir, ternyata baru 100 tulisan saja! Huhuhu. Saya yang mengaku suka menulis hanya menghasilkan 100 tulisan dalam 5 tahun-an blog saya. Artinya setiap tahun saya hanya menulis sekitar 20 tulisan. Awal tahun lalu, saya sempat memiliki resolusi untuk menulis setidaknya seminggu 1 tulisan supaya saya bisa terus belajar menulis. Artinya sebulan saya bisa mendapat 4 tulisan. Tapi faktanya, saya hanya bisa menulis sebulan 1-2 tulisan saja. Saya sempat sedih karena target saya tidak terpenuhi.

Beberapa hari yang lalu, saya menghabiskan malam saya bersama seorang sahabat di sebuah kedai kopi di salah satu mal. Kami, dua orang perempuan single yang cantik dan menawan ini (eh!), bercakap-cakap tentang hal-hal remeh temeh hingga hal-hal yang serius.

Berawal dari sahabat saya yang berkomentar tentang seorang sahabat kami yang lain yang sudah menikah, sahabat saya berkata, “Ah, dia sudah menang, 2 langkah lebih maju dari kita, Vir! Dengan usia yang sama dengan kita, dia sudah menikah dan dia sudah memiliki anak. Sedangkan kita?”

“Ada apa dengan kita?” Saya tidak setuju dengan pernyataan sahabat saya dan terusik karenanya (terusik dan sensitif bersaudara tidak ya? Hehehe)

Menurut saya, tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah untuk urusan ini. Setiap orang punya targetnya mereka masing-masing untuk urusan ini dan tidak pas jika dibandingkan dengan orang lain, apalagi dengan ukuran yang ditetapkan oleh masyarakat. Jika perempuan umur sudah 30 dan belum menikah, masyarakat akan berpikir bahwa si perempuan adalah seorang yang pilih-pilih pasangan hidup atau seorang yang gila kerja. Pun jika benar pemikiran masyarakat, ada yang salah dengan itu? Tidakkah pasangan hidup memang harus dipilih dengan baik (dan bukan karena keadaan) dan pilihan suka bekerja dengan tujuan tertentu adalah sah adanya.

more »

Category: pikir-pikir  8 Comments