Category: ngerumpi

Waduh!

“Seeetttt…”

Kamu tau itu bunyi apa? Sebenarnya saya tidak ingat bunyi pastinya seperti apa. Yang saya tahu, itu adalah bunyi yang tidak ingin saya dengar! Itu bunyi bagaimana bibir mobil saya mencium punggung mobil orang lain. Si biru Avanza (yang saya namakan Bluvi) mencium si hitam Yaris. Iya, beberapa jam yang lalu, saya menyerempet mobil orang! Tidaakk!

Begini kisah detilnya. Kecelakaan tadi terjadi di depan salah satu kedai kopi di bilangan Senopati. Tempat untuk mobil-mobil yang parkir hanya terbatas di sedikit area yang diberikan kedai kopi dan sisanya adalah area trotoar di depannya. Tak ada pilihan lain mobil-mobil hanya bisa parkir berjajar dengan moncong di depan menghadap kedai kopi tersebut (bukan parkir horizontal). Di belakang mobil-mobil yang parkir, segala jenis kendaraan di bilangan Senopati itu melesat dengan kencangnya.

Nah, ceritanya saya tadi beli es alpukat kopi dan makan malam untuk di bawa pulang. Ketika saya pulang, menyalakan mobil, dan tentunya mundur ke belakang sambil mulai membelokkan arah setir saya pelan-pelan sambil saya mengawasi kendaraan yang lalu lalang dengan kencang bukan kepalang, saya tiba-tiba mendengar bunyi horor itu: “Seeeetttt”!

Read more »

Sabtu kemarin

Banyak hal yang bisa dikeluhkan hari Sabtu kemarin, ketika saya dan sahabat-sahabat saya memiliki beberapa acara di hari itu! Beberapa di antaranya adalah:

1. Macet!!! Setidaknya kurang labih 70% waktu saya dan sahabat-sahabat saya hari ini kami habiskan di jalan. Perjalanan Pondok Cabe – Depok – Bintaro yang kami tempuh Sabtu kemarin menghabiskan waktu 3x lipat dari biasanya. Padahal ini akhir pekan loh, bukan hari kerja. Faktor yang menyebabkan, salah satunya adalah ditutupnya pintu tol Bintaro akibat tergenang air (banjir 1.5m lebih tepatnya). Mau mengambil alternatif jalan lain, sudah tidak bisa. Terjebak macet, itu adalah kata yang tepat.

Read more »

Eric dan Keea

Dear Eric,

Maafkan aku jika kita harus berpisah.

Kamu tau kan kalau aku ini sebenarnya tipe perempuan yang setia. Coba kamu hitung sudah berapa tahun kita bersama, satu.. dua…, hmm.. ternyata lebih. Sudah tiga tahun kebersamaan kita, Ric. Itu cukup membuktikan jika aku sangat menyayangimu, bukan?

Aku juga tahu jika kamu menyayangiku. Kamu setia mendampingiku, ketika aku sedang senang, maupun sedih, ketika aku bekerja maupun bersantai, kamu tau caranya membuatku tersenyum. Kamu seperti belahan jiwaku, Ric. Aku tau itu sejak awal pertemuan kita di Malang. Aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu.

Kamu baik, tampan, setia, dan tangguh. Padahal, aku kerap menyakitimu. Aku pernah membuatmu jatuh, terjerembab, bahkan tenggelam. Tapi kamu tidak pernah marah. Kamu hanya mendiamkanku sejenak. Sejenak saja, karena setelahnya kamu kembali menemaniku, kamu tetap di sisiku, kamu mendukungku di tiap waktuku.

Read more »

ketika aku menyeruput kopi, tadi

Srupuuttt..

Ah, sedapnya kopi hitam ini! Menyeruputnya sambil menghirup wangi aromanya adalah cara terbaik menikmatinya. Sudah cangkir kedua. Mataku agak lelah rupanya. Tiga jam terus menerus memandang layar laptop memang tidak baik. Aku melihat pemandangan dari balik jendela di belakangku. Aku duduk di pojok ruangan di sebuah kedai kopi, dekat dengan pintu masuk dan jendela. Tapi karena kedai kopi itu terbilang sepi, dekat dengan pintu masukpun tidak mengapa, tidak mengganggu konsentrasiku dalam bekerja.

Srupuuttt..

Kali ini aku memandang ke sekelilingku, ke dalam ruangan di kedai kopi itu. Aku baru sadar, ruangan ini memiliki interior menarik rupanya. Warna coklat mendominasi ruangan ini. Dekorasinya sederhana, tapi cita rasanya pas. Gulungan kuno yang berisi perjalanan kopi di Indonesia misalnya. Kemudian ada juga lukisan budaya tradisional yang dibingkai pigura bambu, dan oh… mataku menangkap bayangan sosok seorang laki-laki! Dia sedang duduk di meja seberang sana. Aiihh, dia cukup tampan!!!

Srupuuttt..

Read more »

pilih nyaman atau tampil cantik?

Kemarin waktu saya ulang tahun, ketika teman-teman di kantor saya menyalami saya, ada salah seorang teman yang ketika menyalami dan mengecup kedua pipi saya berkata demikian, “Selamat ulang tahun yaaa….” kemudian ucapannya terputus sejenak. Dia mundur satu langkah, memandang saya dari atas kepala sampai ke bawah, dari rambut pendek saya yang tergerai bebas, wajah saya yang polos tanpa polesan make-up, kemeja cantik (menurut saya sih cantik), celana panjang saya, hingga ke sepatu teplek yang saya kenakan. Lalu dia meneruskan ucapannya, “…sepertinya kita harus membuat Program Putri untukmu!”

*gubrak!*

Dan seorang teman yang lain menyahut, “Coba aja kalo bisa!”

*glek!*

Di hari yang lain, pernah saya memuji (dengan tulus) penampilan seorang teman kantor saya yang lain lagi. Menurut saya cara berpakaiannya menarik. Baju-baju yang ia gunakan sampai dengan aksesoris yang melekat sungguh enak untuk dilihat. Secara spontan saya mengatakan padanya “Ah, kamu modis sekali! Kamu cocok sekali dengan pakaian-pakaian yang tiap hari kamu kenakan!”. Saya tidak sadar pada saat itu suasana kantor sedang hening, sehingga suara saya cukup terdengar ke berbagai sudut. Setelah saya menyelesaikan kalimat saya, tersebutlah suara teman saya yang lain, kali ini seorang laki-laki, “Pakaian dia sih biasa aja! Loe itu loh yang ancur!”

*ketimpa tangga!*

Read more »

Hidup Suster!

nurse

Setelah Suster Ngesot di tahun 2007, sekarang lagi diputar Suster Keramas di bioskop-bioskop Indonesia. Yang pertama masuk kategori film horor murni, yang kedua masuk kategori film horor plus (horor plus bokep! whew!).

Saya belum (dan tidak tertarik) menonton kedua film tersebut, namun saya sudah melihat trailer-nya dan juga membaca beberapa ulasan tentangnya. Tidak, saya tidak ingin mereview lagi tentang kedua film ini. Hanya saja, saya gatal dengan digunakannya profesi ini dalam kedua kategori film tersebut. Saya bukan suster, namun saya pembela profesi ini!

Setidaknya ada 3 profesi suster yang saya kenal: (1) suster yang bekerja di rumah sakit, (2) suster yang bekerja di rumah, baik itu membantu mengasuh adik bayi/batita, maupun mengasuh kakek/nenek yang sudah tua atau sakit-sakitan, dan (3) suster yang mengabdikan dirinya untuk melayani Tuhan di biara atau di masyarakat, nama lainnya adalah biarawati.

Read more »

Body, Mind, Heart

mind heart body

Belakangan ini saya lagi dihinggapi rasa takut kehilangan. Bukan, bukan takut kehilangan dompet atau telepon seluler, karena dua benda ini termasuk hal yang biasa hilang bagi saya. Alasannya bukan karena saya kaya, tapi karena saya super teledor! Duh! :(

Bukan juga takut kehilangan pacar, karena kalau pacar sampai hilang, ya di telepon saja, pasti ketemu! Kan kita sama-sama punya telepon seluler. Eh,tapi kalau telepon seluler saya lagi hilang? (Yaaa, mari kita gunakan peluang ini untuk cari pacar baru! hihihi)

Saya kemudian mencoba membuat daftar tentang hal apa saja dalam diri saya yang akan membuat saya takut jika harus kehilangan. Bagi saya setiap manusia terbangun dari susunan fisik, pikiran dan hati. Bahasa ngetopnya Body, Mind and Heart.

Read more »

Kamu Layak Bahagia

Kedai kopi, Februari

Kamu datang sambil berlari-lari kecil. Perasaan senang jelas terlukis di wajahmu.

“Aku jadiaaannnnnn!!!!”, teriakmu sehingga membuat orang-orang yang duduk di sekeliling kita menoleh dan tersenyum.

“Oh ya?? Selamaatt yaa!! Dengan dia yang kamu ceritakan padaku itu?” sambutku dengan peluk hangat.

“Iyaaaaaa.. Ah, aku seneng banggeettt. Akhirnya kami kopi darat hari minggu lalu, terus ketemu lagi hari selasa dan jalan lagi kemarin malam. Nah, kemaren itu dia nembak, dan aku terimaaa donk!”

“Wahh.. selamat ya, sayang! Aku turut senang untukmu. Facebook emang hebat deh! Mak comblang elektronik yang jitu!”

“Tulll.. Aku cinta facebook! Aku cinta dia! Kamu tau ga? Dia itu baik banget loh… Dia itu orangnya… Dia itu yaa…. dan kami… terus….”

Kita tersenyum-senyum sepanjang sore itu. Kamu berperan sebagai pencerita dan aku berperan sebagai pendengar; pendengar cerita orang yang dilanda jatuh cinta.

Read more »

Dicari: Gadis/Jejaka

jodoh

Gadis Jawa, 27, 165/50, S1, karyawati, sawo matang, manis, jujur, setia, tanggung jawab, penyayang, perhatian, pengertian, tidak materialistis, apa adanya, sehat jasmani-rohani, senang menjahit dan memasak, serius, siap nikah.

Mendambakan jejaka, 30-40 tahun,  min.165cm, Diploma/S1/S2, kerja tetap/PNS/BUMN/swasta, menarik, baik, sabar, setia, tanggung jawab, penyayang, perhatian, pengertian, terbuka, sehat jasmani –rohani, tidak materialistis, tidak merokok/judi/miras/narkoba, menerima apa adanya, serius, siap nikah.

Jangan tertipu! Deskripsi di atas bukan tentang saya, karena deskripsi perempuan di atas terlalu bagus untuk saya. Ini hanya petikan dari salah satu rubrik tetap di sebuah surat kabar. Iya, biasanya di surat kabar atau di majalah terdapat rubrik yang menyediakan jasa perjodohan seperti di atas. Buat saya, hal ini menarik. Tujuan dari rubrik ini mulia adanya, sarana untuk membantu mempertemukan mereka yang menantikan pasangan hidupnya, jodohnya, atau tulang rusuknya yang hilang yang sekian lama dicari tak kunjung ditemukan. Sarana-sarana lain yang bertujuan mulia juga misalnya ajang pertemanan maya seperti Friendster & Facebook (hmm, setidaknya 3 orang teman dekat saya menikah berkat dunia maya ini, senangnya!). Atau, yang bisa kita saksikan di televisi, yang ratingnya lagi top-topnya adalah acara Take Him Out atau Take Me Out (saya sendiri belum pernah nonton acara ini secara tuntas sih, hehehe)

Read more »

WordPress Themes