Archive for the Category »jalan-jalan «

Boracay Getaway

Lagi-lagi, dalam rangka memanfaatkan ‘kesempatan dalam kesempitan’ setelah perjalanan tugas kerja, saya jalan-jalan ke Boracay, sendirian! Sebenarnya, bukan kali pertama buat saya jalan-jalan sendirian. Namun untuk jalan-jalan sendirian ke tempat baru di luar negeri Indonesia tercinta, ini kali yang pertama. Cukup mendebarkan, namun saya sangat percaya diri. Bukan, saya bukan percaya diri karena persiapan saya sangat matang (oh, persiapan matang itu sama sekali bukan seorang virtri!), sejak awal saya percaya diri karena saya yakin saya akan menikmati perjalanan saya ini. Dan itu benar-benar terjadi.

Kamu tau berita bencana taifun atau angin topan yang menimpa Manila di akhir bulan September kemarin? Pada saat itu, saya sedang berada di sana. Dan dalam minggu itulah saya berangkat ke Boracay. Sempat khawatir juga sih membayangkan kondisi Boracay dengan melihat kondisi Manila yang berawan dan hujan di minggu itu. Mana menurut wikitravel, bulan Juni hingga Oktober memang rawan taifun di sana. Tapi kekhawatiran saya tak terjadi, angin topan dan badai (dalam pengertian sebenarnya) tak bisa menghalangi perjalanan kali ini! Terima kasih Tuhan, Boracay cerah secerah-cerahnya! Wohooo!!

more »

Category: jalan-jalan  2 Comments

Kenikmatan dalam kesempatan dalam kesempitan

Ketika masih kuliah, saya punya banyak waktu untuk berlibur panjang, punya banyak waktu untuk membaca buku, tapi sayang tidak punya uang untuk jalan-jalan berlibur dan tidak punya banyak uang untuk membeli banyak buku-buku bagus. Sekarang ketika sudah bekerja, saya punya cukup uang (belum banyak, namun cukup lah) untuk berlibur dan mengoleksi buku, tapi kesulitan mendapatkan waktu untuk mendapatkan liburan dan menikmati membaca buku selembar demi selembar, kata per kata.

Namun, dengan semangat kancil yang banyak akal, saya mencoba untuk cerdik dalam melihat setiap kesempatan yang bisa saya manfaatkan sebagai waktu liburan dan bisa bersantai membaca. Dan saya mendapatkan kesempatan-kesempatan itu, pada setiap akhir pekan setelah saya melakukan perjalanan kerja, terutama untuk tugas luar kota atau luar negeri. Memang cuma sebentar, tapi jika dimaksimalkan sebesar-besarnya, tentunya sangat bermanfaat bagi jiwa dan raga!

Bulan Juni lalu misalnya, saya manfaatkan tugas luar kota saya ke Menado yang jatuh di hari Jumat hingga Sabtu dengan memperpanjangnya ke hari Minggu. Memang benar, itu waktu yang sangat amat pendek! Tapi setelah saya mengingat-ingat lagi, cukup banyak juga yang saya lakukan dalam 3 hari itu. Saya mengoptimalkan diri di kota tempat setengah darah yang mengalir di tubuh saya berasal (untuk pertama kalinya).

more »

Category: jalan-jalan  3 Comments

Dieng, Tempat Persembunyian Dewa-Dewi

Rupanya Dieng tidak seterkenal Bromo. Banyak yang tidak tahu di mana keberadaan dataran tinggi cantik ini. Padahal tempat ini masuk salah satu dataran tertinggi di dunia. Banyak info yang menyebutkan dataran ini di posisi setelah Nepal. Ketinggian dataran tinggi Dieng terletak di 2,093m dpl. Suhu udara di tempat ini berkisar 10-15 derajat celcius di malam hari, dan bisa mencapai titik 0 derajat celcius di musim kemarau. Sampai-sampai di sana terdapat embun beku di pagi hari yang dinamakan embun racun oleh masyarakat setempat karena bisa membuat tanaman mereka mati.

Dalam perjalanan kami dari Jogja menuju Jakarta di akhir tahun 2010, saya dan Kakilangit, sahabat saya, mampir di tempat ini. Letak Dieng tidak jauh dari Kota Wonosobo, sekitar 20-30km dari pusat kota. Jalan menuju ke sana cukup mulus, namun sangat berkelok-kelok dan ada beberapa area yang rawan longsor.

Kami sampai di jalan raya dieng sudah malam. Penerangan sepanjang jalan hampir tidak ada, lampu mobillah yang kami andalkan. Jika turun kabut, jarak pandang hanya sekitar 3-5m. Jadi, kalau kesana malam-malam hati-hati ya. Tapi pulangnya, melintasi jalan yang sama di siang hari, terasa sangat berbeda. Pemandangan yang terhampar di depan mata: kecantikan alam tiada tara. Membuatmu tak henti berdecak kagum akan semesta.

more »

Gadis Papan Luncur

“Slider, Sir! Slider, Miss!”

Namanya Tui, usianya 10 tahun. Dia gadis mungil yang cantik, terutama jika dia tersenyum. Bisa meluluhkan hati, manis sekali. Tapi yang mempesona hati ini bukanlah manis wajahnya, melainkan kepintaran dan sikapnya.

Jika kamu jalan-jalan ke Vietnam, tepatnya jika kamu ke Mui Ne, kamu bisa menemui dia di salah satu objek wisata cantik di sana, Red Sand Dunes (gurun pasir berwarna merah).

Siang hari itu, saya dan Kakilangit, sahabat saya, menapakkan kaki di hamparan pasir merah sambil terus menerus berdecak kagum. Baru beberapa meter kami berjalan, gadis mungil ini menghampiri kami sambil berucap menawarkan papan luncurnya, “Slider, Sir! Slider, Miss!

Kami memang berencana untuk menyewa papan luncur dan meluncur di hamparan pasir Red Sand Dunes seperti yang direkomendasikan beberapa traveller setelah mereka berkunjung ke Mui Ne. Tapi tidak di 5 menit pertama kami datang menginjakkan kaki kami di sana. Hamparan pasir nan cantik itu menggoda kami untuk segera kami abadikan dalam kamera kami.

more »

Category: jalan-jalan  5 Comments

Aduhai Shanghai!

“Carilah ilmu sampai ke negeri Cina!”

Kira-kira sebulan lalu, saya memang mencari ilmu sampai ke negeri Cina. Maksudnya, saya dikirim kantor untuk ikut salah satu training yang semoga berguna untuk pekerjaan saya. Hehe. Training tersebut memakan waktu 4 hari dan total hari kami di sana 5-6hari. Jika hanya dihabiskan untuk training di hotel rasanya sayang, bukan? Banyak hal-hal yang aduhai indah dan mengasyikkan di Shanghai.

Saya dan sahabat saya, Natalia, pun berhasil memanfaatkan waktu kita sebaik-baiknya untuk jalan-jalan melihat cantiknya kota “atas laut” itu (shang: atas, hai: laut). Sewaktu kami ke sana, sedang berlangsung Shanghai Expo. Seru deh! Tapi yang jauh lebih seru adalah pengalaman kami bersentuhan dengan kota ini, orang-orangnya, dan tempat-tempat cantik di dalamnya.

Ya, ini adalah pengalaman kami ke Shanghai. Tanpa ‘lonely planet‘ di saku, namun berbekalkan info seadanya dari internet dan buku poket ‘Latihan Percakapan Harian Mandarin‘, kami pun melangkah dengan percaya diri. Hasilnya? Tentu saja kami terbentur sana-sini! Hehehe. Nah, berikut saya bagi-bagi sedikit tips jika kamu hendak berpergian ke Shanghai.

more »

Category: jalan-jalan  4 Comments

Beautiful Balikpapan

“Maudini Virtriana hari ini bertemu dengan langit biru, bukit hijau dan pasir putih. Ah, tak sabar rasanya berjumpa dengan senja oranye sebentar lagi.”

Iya, itu adalah status Facebook saya sekitar beberapa minggu lalu ketika saya di Balikpapan. Sewaktu saya berangkat ke sana, saya tidak berharap banyak. Saya pikir Balikpapan seperti halnya kota-kota lain di negeri ini, hanya bedanya di sana biaya hidup mahal, lalu berpemandangan kilang-kilang minyak, dan kotanya bersih. Namun saya salah! Balikpapan menawarkan lebih dari sekedar bersih, kota ini menarik! Kota minyak dengan warna-warni yang indah. Itu yang ia tawarkan.

Kota yang memiliki bukit-bukit nan hijau dengan pemandangan pantai yang mengelilingi kota. Pasir pantainya putih dan halus, meski warna air lautnya tidak biru. Namun jangan khawatir, warna biru cerah bisa kamu dapatkan jika kamu mendongak ke atas. Iya, kota ini berpayungkan langit biru merona. Dan yang paling mempesona buat saya adalah gulungan-gulungan awan cantik yang terasa sangat dekat. Ingin rasanya saya raih dan bawa pulang.

more »

Category: jalan-jalan  10 Comments

Menikmati Pulau Tidung, Menikmati Persahabatan

Kamu yang tinggal di Jakarta pernah merasa bosan ga dengan aktivitas akhir pekan yang begitu-begitu saja? Misalnya, lagi-lagi jalan-jalan ke mal, nongkrong di café, nonton film di bioskop, berbelanja, atau hanya bermalas-malasan di rumah. Mau ke Puncak pasti macetnya, ke Bandung apalagi! Kalau jalan-jalan lebih jauh, udah ga cukup waktunya karena libur cuma 2 hari, belum lagi duit kadang-kadang terbatas untuk berpergian jauh.

Mau alternatif aktivitas akhir pekan yang seru, menyenangkan, dan murah? Coba deh jalan-jalan ke pulau-pulau yang berada di Kepulauan Seribu! Kamu bisa mendapat fasilitas menarik paket2 mahal yang ditawarkan oleh agen-agen wisata, yang biasanya berangkat dari Marina, Ancol. Atau kamu bisa mengikuti jejak saya dan sahabat-sahabat saya untuk mendapat pengalaman menyenangkan dengan paket murah alias ‘ngeteng’ a la backpacker yang berangkat dari Muara Angke.

more »

Category: jalan-jalan  36 Comments

Singapore on a shoestring! (part 5)

Hari kelima

Hari terakhir! Saatnya siap-siap untuk pulang. Kami tidak mentargetkan untuk ke tempat-tempat tertentu. Alasannya karena sudah tidak ada target lagi di daftar kunjungan kami. Alasan lainnya adalah daya dan tenaga sepertinya sudah pada titik limit. Kami sudah membayangkan tempat pijat refleksi murah di Jakarta. Hehehe.

Bras Basah Complex

Kami mendedikasikan hari terakhir ini untuk mencari oleh-oleh. Sempat di hari sebelumnya kami mampir sebentar di Bras Basah Complex, pusat buku-buku murah, namun tak bisa berlama-lama. Nah, hari inilah saatnya. Iya, saya sudah berencana mau berbelanja buku di kota ini. Sempat patah arang mengetahui di Kinokuniya harganya selangit. Namun again, thanks to Shoe, dialah yang menginformasikan tempat buku-buku murah. Ya di sini ini!

Huaaaaaa…. Huaaaa…. Huaaaa… Itu kata maksimal yang bisa saya lontarkan di Bras Basah Complex. Kata apa lagi yang bisa menggambarkan kegembiraan saya bertemu buku-buku second namun keadaannya masih bagus dan harganya (ampuuuun) murah banget!  Bayangkan, buku-buku Enid Blyton hanya dijual $1. English version lagi! (Ya iya lah ya.. masa bahasa hindi!). Perbandingannya dengan buku barunya 1:15! Rp. 7000 : Rp. 105.000! Dududu…

more »

Category: jalan-jalan  14 Comments

Singapore on a shoestring! (part 4)

Hari Keempat

Tidak terasa kami sudah masuk di hari keempat. Badan remuk tapi daftar di secarik kertas yang menjadi target kami, belum semuanya dicoret. Di hari sebelumnya, 2 telur di pagi hari terbukti bisa menenangkan naga di perut kami sehingga ia tidak menggelepar-gelepar. Jurus itulah yang kami gunakan kembali di pagi hari ini. Semangaaatttt!!!

Raffles Hotel, Mint Museum

Berhenti di Stasiun City Hall, kami menuju Mint Museum. Penasaran, pengen tahu seperti apa museum mainan yang konon katanya terkenal bukan main. Perjalanan dari City Hall ke Mint Museum melewati Hotel Raffles yang luasnya ampuunnn deh! Cantik pula! Ya, janganlah bangunan tersebut kita sia-siakan, bukan? Ayo, mari-mari.. siapa yang ingin berfoto-foto sejenak di sini?

Dari luar, Mint Museum ini tidak seperti museum-museum lainnya yang kami kunjungi. Kecil, terletak di bangunan berlantai 5. Lantai 1-nya sudah digunakan untuk Café. Meski tidak meyakinkan, kami berprinsip “Don’t judge book by its cover!” Ya, kami masih meyakini bahwa di dalamnya sudah ada kejutan-kejutan buat kami. Ditambah lagi, harga tiket masuknya lebih premium dibanding museum-museum sebelumnya, $15 per orang. Perjalanan museum dimulai dari lantai 5, turun ke 4, dst.

Benar kan…  kami dikejutkan!!!  Kejutannya adalah…… tidak ada apa-apa! Iya, itu kejutannya! Kami sudah menaruh ekspektasi tinggi pada museum ini, tapi ternyata isinya hanya koleksi mainan yang tidak banyak. Uh, apa boleh buat… bagus atau jelek, sesuai ekspektasi atau pun tidak, haruslah kami syukuri! Syukur loe! Udah bayar mahal ga dapet apa-apa! Rasain! Hihihi.

more »

Singapore on a shoestring! (part 3)

Hari Ketiga

Belajar dari pengalaman di hari pertama, kami sarapan dengan porsi 2 telur hari ini. Kami harus lebih matang dalam mempersiapkan hari dengan perut lebih berisi, bukan? Hehehe.

Singapore Art Museum

Tujuan pertama kami adalah Singapore Art Museum (SAM). Kami penasaran dengan isinya. Dari promosi yang ada di Majalah MUSE yang kami ambil di National Museum hari sebelumnya, museum ini harusnya juga menarik. Turunlah kami di Stasiun Dhoby Gout dan berjalan menuju SAM.

Ada dua tempat yang tergabung dalam manajemen SAM. Selain bangunan utama, ada juga galeri-galeri yang terletak di 8Q, kurang lebih 100 meter dari bangunan utama. Letaknya di depan Gereja St. Paul and St. Peter (Kami bergurau kalau gereja ini maruk nama sekali. Mbok pilih, mau St. Paul aja atau St. Peter aja! Hihihi). Tiket masuk ke SAM ini $10 juga. Sudah untuk kedua bangunan.

Yang dipamerkan dalam SAM cukup menarik. Bagus-bagus. Ya, saya memang bukan seorang yang memiliki daya artistik tinggi, tapi saya cukup bisa memaknai sebuah karya seni kok (dari kaca mata orang awam, hehehe). Salah satu yang sedang mengadakan pameran di salah satu galeri ternyata seorang warga Indonesia: FX Harsono :D

more »

Category: jalan-jalan  3 Comments