Archive for » 2012 «

Di Sebuah Kotak, Di Tengah Jalan

BIP BIP

Telepon selularku berbunyi pelan tanda ada pesan pendek masuk. Sambil tetap berjalan menuju kotak mungil tempat kerjaku, kubuka pesan itu.

“Selamat pagi. Sekali lagi makasih ya, San! Kamu memang malaikatku!”

Pesan dari Mbak Kanti rupanya. Aku menggantikan shift kerjanya hari ini setelah dia membujukku mendadak tadi malam selagi kita bersiap pulang. Tanpa ia bujuk, sebenarnya aku akan dengan senang hati menggantikannya. Bukan, bukan karena aku suka bekerja keras di hari yang seharusnya aku libur. Hanya saja, Mbak Kanti bercerita ia ingin mengajak anak-anaknya yang libur di Hari Libur Imlek ini. Mereka ingin pergi ke Ragunan katanya. Aku bisa membayangkan wajah-wajah anak-anak Mbak Kanti ketika bertemu dengan hewan-hewan di sana. Mereka pasti bersorak-sorak kegirangan.

“Sama-sama, Mbak. Semoga jalan-jalannya seru yah! Salam buat Kaka & Kiki” kubalas pesan pendek itu.

Jam menunjukkan pukul 5 dini hari. Musim hujan di bulan Januari ini menghasilkan angin kencang di pagi hari yang kerap menyusup sendi-sendi, membuat gigi-geligi tak jarang bergemeletuk. Pak Tono sepertinya sudah berbenah, siap untuk kugantikan.

more »

Resolusi atau Evolusi?

Tahun baru t’lah tiba!!!

Bahagia rasanya melewati pergantian tahun tadi malam. Meski tidak ke mana-mana, suasana ceria mereka yang antusias merayakannya sangat terasa, di televisi, di twitterland, di facebook world, dan terutama yang terlihat jelas dari balkon.

Iya, pergantian tahun adalah perayaan semua umat manusia, tanpa memandang suku, agama, ras, golongan, dan berat badan (juga tampang, demikian ujar teman saya, hihihi).

Seperti tahun-tahun yang silam, pergantian tahun kali ini juga dipenuhi oleh resolusi-resolusi yang dibuat banyak orang. Resolusi yang paling banyak dilakukan adalah untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik, misalnya berolah raga dua kali dalam seminggu, berhenti merokok, ikut kursus bahasa asing, menjadi vegetarian, dan sebagainya.

Seiring berjalannya waktu, biasanya di bulan ketiga atau keempat, resolusi-resolusi itu terlupakan dan kebiasaan lama pun berulang. Begitu setiap tahunnya.

Saya sendiripun sering mengalami hal yang serupa. Seringkali malu karena beberapa resolusi tidak juga terlaksana. Hanya manis di bibir saja ketika mengucapkan, hanya menggebu-gebu di dada saja ketika membuatnya.

Lalu apakah saya berhenti membuat resolusi? Seperti halnya beberapa target demi target saya yang belum tercapai, namun saya tidak pantang menyerah, demikian halnya dengan resolusi saya.

Saya selalu bersyukur dengan adanya tahun baru dan juga ulang tahun. Keduanya adalah momen untuk saya berefleksi. Iya, saya memang belum juga memenuhi semua resolusi dan semua target saya. Namun saya percaya akan adanya sebuah evolusi untuk menjadi manusia yang lebih baik dari setiap penggalan-penggalan pemenuhan resolusi.

Selamat tahun baru! Selamat membuat dan melaksanakan resolusi-resolusi baru! Dan selamat terus berevolusi menjadi manusia yang lebih baik! :)