Kamu tau itu bunyi apa? Sebenarnya saya tidak ingat bunyi pastinya seperti apa. Yang saya tahu, itu adalah bunyi yang tidak ingin saya dengar! Itu bunyi bagaimana bibir mobil saya mencium punggung mobil orang lain. Si biru Avanza (yang saya namakan Bluvi) mencium si hitam Yaris. Iya, beberapa jam yang lalu, saya menyerempet mobil orang! Tidaakk!
Begini kisah detilnya. Kecelakaan tadi terjadi di depan salah satu kedai kopi di bilangan Senopati. Tempat untuk mobil-mobil yang parkir hanya terbatas di sedikit area yang diberikan kedai kopi dan sisanya adalah area trotoar di depannya. Tak ada pilihan lain mobil-mobil hanya bisa parkir berjajar dengan moncong di depan menghadap kedai kopi tersebut (bukan parkir horizontal). Di belakang mobil-mobil yang parkir, segala jenis kendaraan di bilangan Senopati itu melesat dengan kencangnya.
Nah, ceritanya saya tadi beli es alpukat kopi dan makan malam untuk di bawa pulang. Ketika saya pulang, menyalakan mobil, dan tentunya mundur ke belakang sambil mulai membelokkan arah setir saya pelan-pelan sambil saya mengawasi kendaraan yang lalu lalang dengan kencang bukan kepalang, saya tiba-tiba mendengar bunyi horor itu: “Seeeetttt”!


