Archive for » June, 2010 «

Waduh!

“Seeetttt…”

Kamu tau itu bunyi apa? Sebenarnya saya tidak ingat bunyi pastinya seperti apa. Yang saya tahu, itu adalah bunyi yang tidak ingin saya dengar! Itu bunyi bagaimana bibir mobil saya mencium punggung mobil orang lain. Si biru Avanza (yang saya namakan Bluvi) mencium si hitam Yaris. Iya, beberapa jam yang lalu, saya menyerempet mobil orang! Tidaakk!

Begini kisah detilnya. Kecelakaan tadi terjadi di depan salah satu kedai kopi di bilangan Senopati. Tempat untuk mobil-mobil yang parkir hanya terbatas di sedikit area yang diberikan kedai kopi dan sisanya adalah area trotoar di depannya. Tak ada pilihan lain mobil-mobil hanya bisa parkir berjajar dengan moncong di depan menghadap kedai kopi tersebut (bukan parkir horizontal). Di belakang mobil-mobil yang parkir, segala jenis kendaraan di bilangan Senopati itu melesat dengan kencangnya.

Nah, ceritanya saya tadi beli es alpukat kopi dan makan malam untuk di bawa pulang. Ketika saya pulang, menyalakan mobil, dan tentunya mundur ke belakang sambil mulai membelokkan arah setir saya pelan-pelan sambil saya mengawasi kendaraan yang lalu lalang dengan kencang bukan kepalang, saya tiba-tiba mendengar bunyi horor itu: “Seeeetttt”!

more »

Sabtu kemarin

Banyak hal yang bisa dikeluhkan hari Sabtu kemarin, ketika saya dan sahabat-sahabat saya memiliki beberapa acara di hari itu! Beberapa di antaranya adalah:

1. Macet!!! Setidaknya kurang labih 70% waktu saya dan sahabat-sahabat saya hari ini kami habiskan di jalan. Perjalanan Pondok Cabe – Depok – Bintaro yang kami tempuh Sabtu kemarin menghabiskan waktu 3x lipat dari biasanya. Padahal ini akhir pekan loh, bukan hari kerja. Faktor yang menyebabkan, salah satunya adalah ditutupnya pintu tol Bintaro akibat tergenang air (banjir 1.5m lebih tepatnya). Mau mengambil alternatif jalan lain, sudah tidak bisa. Terjebak macet, itu adalah kata yang tepat.

more »

Beautiful Balikpapan

“Maudini Virtriana hari ini bertemu dengan langit biru, bukit hijau dan pasir putih. Ah, tak sabar rasanya berjumpa dengan senja oranye sebentar lagi.”

Iya, itu adalah status Facebook saya sekitar beberapa minggu lalu ketika saya di Balikpapan. Sewaktu saya berangkat ke sana, saya tidak berharap banyak. Saya pikir Balikpapan seperti halnya kota-kota lain di negeri ini, hanya bedanya di sana biaya hidup mahal, lalu berpemandangan kilang-kilang minyak, dan kotanya bersih. Namun saya salah! Balikpapan menawarkan lebih dari sekedar bersih, kota ini menarik! Kota minyak dengan warna-warni yang indah. Itu yang ia tawarkan.

Kota yang memiliki bukit-bukit nan hijau dengan pemandangan pantai yang mengelilingi kota. Pasir pantainya putih dan halus, meski warna air lautnya tidak biru. Namun jangan khawatir, warna biru cerah bisa kamu dapatkan jika kamu mendongak ke atas. Iya, kota ini berpayungkan langit biru merona. Dan yang paling mempesona buat saya adalah gulungan-gulungan awan cantik yang terasa sangat dekat. Ingin rasanya saya raih dan bawa pulang.

more »

Category: jalan-jalan  10 Comments