Archive for » April, 2010 «

Menikmati Pulau Tidung, Menikmati Persahabatan

Kamu yang tinggal di Jakarta pernah merasa bosan ga dengan aktivitas akhir pekan yang begitu-begitu saja? Misalnya, lagi-lagi jalan-jalan ke mal, nongkrong di café, nonton film di bioskop, berbelanja, atau hanya bermalas-malasan di rumah. Mau ke Puncak pasti macetnya, ke Bandung apalagi! Kalau jalan-jalan lebih jauh, udah ga cukup waktunya karena libur cuma 2 hari, belum lagi duit kadang-kadang terbatas untuk berpergian jauh.

Mau alternatif aktivitas akhir pekan yang seru, menyenangkan, dan murah? Coba deh jalan-jalan ke pulau-pulau yang berada di Kepulauan Seribu! Kamu bisa mendapat fasilitas menarik paket2 mahal yang ditawarkan oleh agen-agen wisata, yang biasanya berangkat dari Marina, Ancol. Atau kamu bisa mengikuti jejak saya dan sahabat-sahabat saya untuk mendapat pengalaman menyenangkan dengan paket murah alias ‘ngeteng’ a la backpacker yang berangkat dari Muara Angke.

more »

Category: jalan-jalan  36 Comments

Penculikan Seorang Sahabat

Seorang sahabat saya, si Ceriadunia, berulang tahun di hari Sabtu kemarin. Saya dan Senyumpagi sudah menyiapkan sesuatu untuknya. Sebuah kejutan yang seru! Kamu mau tau bagaimana ceritanya?

Saya dan Senyumpagi tidak pura-pura lupa kalau dia ulang tahun seperti yang dilakukan orang-orang jika ingin membuat suatu kejutan. Yang kami lakukan justru kami menanyakan apa rencana Ceriadunia dan kami meminta agar kita bisa bertemu untuk merayakan ulang tahunnya. Namun, kami katakan jika Senyumpagi harus liputan penting di hari Sabtu, sehingga kami tidak akan bisa bertemu dan merayakan hari ulang tahunnya pas di hari Sabtu tersebut. Akhirnya, kami sepakat untuk merayakannya dengan makan malam bersama di Jumat malam. Saya dan Senyumpagi pun mengarahkan tempat makan kita ke restoran yang memiliki kolam renang sehingga Ceriadunia membawa pakaian renang.

Jumat malam itu, berkumpulah saya, Senyumpagi, Ceriadunia, Pendongeng ajaib (suami Senyumpagi), dan Natalia – seorang sahabat kami lainnya, di Pancious, Permata Hijau. Kami pun berakting kecewa karena tidak bisa berenang di sana (meski sebenarnya kami sudah tahu benar jika kolam renang di sana tidak mungkin bisa digunakan untuk berenang. Ya iyalah, mau jadi tontonan segar para pengunjung apa? Hihihi). Fettuccini Mushroom, Spaghetti Salmon Marinara, Pasta Tuna, dan berbagai pancake dan waffle seperti  Coco Baileys dan Coco Berries menjadi pilihan kami di malam tersebut. Kami mentraktir Ceriadunia di malam itu dengan alasan itulah hadiah kami untuknya. Kami meyakinkannya bahwa demikianlah cara orang Eropa memperlakukan mereka yang berulang tahun.

more »

Singapore on a shoestring! (part 5)

Hari kelima

Hari terakhir! Saatnya siap-siap untuk pulang. Kami tidak mentargetkan untuk ke tempat-tempat tertentu. Alasannya karena sudah tidak ada target lagi di daftar kunjungan kami. Alasan lainnya adalah daya dan tenaga sepertinya sudah pada titik limit. Kami sudah membayangkan tempat pijat refleksi murah di Jakarta. Hehehe.

Bras Basah Complex

Kami mendedikasikan hari terakhir ini untuk mencari oleh-oleh. Sempat di hari sebelumnya kami mampir sebentar di Bras Basah Complex, pusat buku-buku murah, namun tak bisa berlama-lama. Nah, hari inilah saatnya. Iya, saya sudah berencana mau berbelanja buku di kota ini. Sempat patah arang mengetahui di Kinokuniya harganya selangit. Namun again, thanks to Shoe, dialah yang menginformasikan tempat buku-buku murah. Ya di sini ini!

Huaaaaaa…. Huaaaa…. Huaaaa… Itu kata maksimal yang bisa saya lontarkan di Bras Basah Complex. Kata apa lagi yang bisa menggambarkan kegembiraan saya bertemu buku-buku second namun keadaannya masih bagus dan harganya (ampuuuun) murah banget!  Bayangkan, buku-buku Enid Blyton hanya dijual $1. English version lagi! (Ya iya lah ya.. masa bahasa hindi!). Perbandingannya dengan buku barunya 1:15! Rp. 7000 : Rp. 105.000! Dududu…

more »

Category: jalan-jalan  14 Comments

Singapore on a shoestring! (part 4)

Hari Keempat

Tidak terasa kami sudah masuk di hari keempat. Badan remuk tapi daftar di secarik kertas yang menjadi target kami, belum semuanya dicoret. Di hari sebelumnya, 2 telur di pagi hari terbukti bisa menenangkan naga di perut kami sehingga ia tidak menggelepar-gelepar. Jurus itulah yang kami gunakan kembali di pagi hari ini. Semangaaatttt!!!

Raffles Hotel, Mint Museum

Berhenti di Stasiun City Hall, kami menuju Mint Museum. Penasaran, pengen tahu seperti apa museum mainan yang konon katanya terkenal bukan main. Perjalanan dari City Hall ke Mint Museum melewati Hotel Raffles yang luasnya ampuunnn deh! Cantik pula! Ya, janganlah bangunan tersebut kita sia-siakan, bukan? Ayo, mari-mari.. siapa yang ingin berfoto-foto sejenak di sini?

Dari luar, Mint Museum ini tidak seperti museum-museum lainnya yang kami kunjungi. Kecil, terletak di bangunan berlantai 5. Lantai 1-nya sudah digunakan untuk Café. Meski tidak meyakinkan, kami berprinsip “Don’t judge book by its cover!” Ya, kami masih meyakini bahwa di dalamnya sudah ada kejutan-kejutan buat kami. Ditambah lagi, harga tiket masuknya lebih premium dibanding museum-museum sebelumnya, $15 per orang. Perjalanan museum dimulai dari lantai 5, turun ke 4, dst.

Benar kan…  kami dikejutkan!!!  Kejutannya adalah…… tidak ada apa-apa! Iya, itu kejutannya! Kami sudah menaruh ekspektasi tinggi pada museum ini, tapi ternyata isinya hanya koleksi mainan yang tidak banyak. Uh, apa boleh buat… bagus atau jelek, sesuai ekspektasi atau pun tidak, haruslah kami syukuri! Syukur loe! Udah bayar mahal ga dapet apa-apa! Rasain! Hihihi.

more »

Singapore on a shoestring! (part 3)

Hari Ketiga

Belajar dari pengalaman di hari pertama, kami sarapan dengan porsi 2 telur hari ini. Kami harus lebih matang dalam mempersiapkan hari dengan perut lebih berisi, bukan? Hehehe.

Singapore Art Museum

Tujuan pertama kami adalah Singapore Art Museum (SAM). Kami penasaran dengan isinya. Dari promosi yang ada di Majalah MUSE yang kami ambil di National Museum hari sebelumnya, museum ini harusnya juga menarik. Turunlah kami di Stasiun Dhoby Gout dan berjalan menuju SAM.

Ada dua tempat yang tergabung dalam manajemen SAM. Selain bangunan utama, ada juga galeri-galeri yang terletak di 8Q, kurang lebih 100 meter dari bangunan utama. Letaknya di depan Gereja St. Paul and St. Peter (Kami bergurau kalau gereja ini maruk nama sekali. Mbok pilih, mau St. Paul aja atau St. Peter aja! Hihihi). Tiket masuk ke SAM ini $10 juga. Sudah untuk kedua bangunan.

Yang dipamerkan dalam SAM cukup menarik. Bagus-bagus. Ya, saya memang bukan seorang yang memiliki daya artistik tinggi, tapi saya cukup bisa memaknai sebuah karya seni kok (dari kaca mata orang awam, hehehe). Salah satu yang sedang mengadakan pameran di salah satu galeri ternyata seorang warga Indonesia: FX Harsono :D

more »

Category: jalan-jalan  3 Comments

Singapore on a shoestring! (part 2)

Hari Kedua

Sudah pernah sarapan di backpacker hostel? Seru loh! Kita dikasih jatah 2 potong roti tawar, dengan selai berbagai rupa, 2 telur mentah, kopi dan atau teh yang bisa diambil sesukanya. Disediakan kompor, berikut pan dan minyak goring untuk kita memasak sendiri telur kita. Setelah selesai makan, jangan lupa untuk mencuci piring dan gelasnya masing-masing ya. Itu memang aturannya, mandiri! :)

Perjalanan hari kedua pun kami mulai. Tujuan utama hari itu adalah National Museum. Oleh karena salah membaca peta, kami turun di stasiun MRT Orchard dan bukannya di City Hall. Tanggung karena sudah sampai di Orchard Road dan kalau menurut Pak Satpam Plaza yang kami temui, kami bisa berjalan kaki 15-20menit saja untuk mencapai National Museum, berjalanlah kami.

Orchard Road

Ini tempat berkumpulnya plaza dan mal yang menjual barang-barang bermerek ternama. Sebut saja merek apa yang kamu mau, kamu akan mendapatkannya di sini. Pusat belanja! Tempat berkumpulnya para shopaholic. Yang dari Indonesia? Tentu saja banyak ditemui di tempat ini (iya, perasaan ini tempat kedua terbanyak saya bertemu  orang-orang dari Indonesia setelah bandara ). Tidak ada yang special selain mal-mal yang bertebaran. Umm, ada dink! Ada istana negara di jalan ini, tapi kita tidak diperkenankan masuk. Ada juga Singapore Management University yang sejuk dan bisa dijadikan tempat beristirahat ketika lelah datang. Gimana ga lelah.. 15-20menit dari Stasiun Orchard ke National Museum yang dimaksud oleh Pak Satpam itu sebenarnya bukan ditempuh dengan berjalan kaki, tapi jika kita lari! Capek banget, saudara-saudara! Hihihi.

more »

Category: jalan-jalan  2 Comments

Singapore on a shoestring! (part 1)

“Hah? Mau jalan-jalan ke Singapore, Vir? Ck..ck..ck.. lagi kaya ya?” demikian tanya teman saya.

Hihihi, ke Singapore ga perlu nunggu jadi orang kaya! Kelamaan! Total pengeluaran ke Singapore ga beda jauh kok dengan pengeluaran jalan-jalan dalam negeri. Ga percaya? Ini pengalaman saya dan sahabat saya, si Kakilangit, kemarin. Kamu boleh membuktikannya sendiri jika kamu tertarik! Oia, sebagai catatan, ketika kemarin kami jalan-jalan, $1 (dollar Singapore) sama dengan Rp.7rb yaa.. :)

more »