ketika aku menyeruput kopi, tadi

Srupuuttt..

Ah, sedapnya kopi hitam ini! Menyeruputnya sambil menghirup wangi aromanya adalah cara terbaik menikmatinya. Sudah cangkir kedua. Mataku agak lelah rupanya. Tiga jam terus menerus memandang layar laptop memang tidak baik. Aku melihat pemandangan dari balik jendela di belakangku. Aku duduk di pojok ruangan di sebuah kedai kopi, dekat dengan pintu masuk dan jendela. Tapi karena kedai kopi itu terbilang sepi, dekat dengan pintu masukpun tidak mengapa, tidak mengganggu konsentrasiku dalam bekerja.

Srupuuttt..

Kali ini aku memandang ke sekelilingku, ke dalam ruangan di kedai kopi itu. Aku baru sadar, ruangan ini memiliki interior menarik rupanya. Warna coklat mendominasi ruangan ini. Dekorasinya sederhana, tapi cita rasanya pas. Gulungan kuno yang berisi perjalanan kopi di Indonesia misalnya. Kemudian ada juga lukisan budaya tradisional yang dibingkai pigura bambu, dan oh… mataku menangkap bayangan sosok seorang laki-laki! Dia sedang duduk di meja seberang sana. Aiihh, dia cukup tampan!!!

Srupuuttt..

Read more »

jalan-jalan

kangen jalan-jalan.

untuk menghirup segarnya udara, memandang luasnya langit, menjejak indahnya alam.

kangen jalan-jalan.

untuk bertemu dengan budaya baru, melakukan hal-hal baru, berkenalan dengan teman-teman baru.

kangen jalan-jalan.

ke tempat yang belum pernah dikunjungi, untuk sejenak berhenti dari rutinitas kerja.

ke negeri dibalik gedung-gedung tinggi, untuk seketika meninggalkan hiruk pikuk kota.

kangen jalan-jalan.

denganmu.

pilih nyaman atau tampil cantik?

Kemarin waktu saya ulang tahun, ketika teman-teman di kantor saya menyalami saya, ada salah seorang teman yang ketika menyalami dan mengecup kedua pipi saya berkata demikian, “Selamat ulang tahun yaaa….” kemudian ucapannya terputus sejenak. Dia mundur satu langkah, memandang saya dari atas kepala sampai ke bawah, dari rambut pendek saya yang tergerai bebas, wajah saya yang polos tanpa polesan make-up, kemeja cantik (menurut saya sih cantik), celana panjang saya, hingga ke sepatu teplek yang saya kenakan. Lalu dia meneruskan ucapannya, “…sepertinya kita harus membuat Program Putri untukmu!”

*gubrak!*

Dan seorang teman yang lain menyahut, “Coba aja kalo bisa!”

*glek!*

Di hari yang lain, pernah saya memuji (dengan tulus) penampilan seorang teman kantor saya yang lain lagi. Menurut saya cara berpakaiannya menarik. Baju-baju yang ia gunakan sampai dengan aksesoris yang melekat sungguh enak untuk dilihat. Secara spontan saya mengatakan padanya “Ah, kamu modis sekali! Kamu cocok sekali dengan pakaian-pakaian yang tiap hari kamu kenakan!”. Saya tidak sadar pada saat itu suasana kantor sedang hening, sehingga suara saya cukup terdengar ke berbagai sudut. Setelah saya menyelesaikan kalimat saya, tersebutlah suara teman saya yang lain, kali ini seorang laki-laki, “Pakaian dia sih biasa aja! Loe itu loh yang ancur!”

*ketimpa tangga!*

Read more »

dua puluh delapan

bertambah usia, akankah bertambah bijaksana?

sendiriku

Di cafe.

Di kedai kopi.

Aku lebih senang menyebutnya demikian.

Aku di kedai kopi, sendiri.

Iya, sendiri saja.

Kesepian?

Kesepian katamu?

Ah, tidak.

Aku jarang sekali merasa kesepian.

Keluarga dan sahabat-sahabatku selalu ada.

Mereka memang tidak selamanya bersamaku.

Tapi mereka ada.

Di dalam hati ini.

Read more »

WordPress Themes