Archive

Archive for October, 2009

Tips Sehat A la Virtri

October 31st, 2009

“HAH?? Sudah habis lagi, Mbak? Padahal cuma minum sendiri ya? Itu pun cuma malam-malam atau pagi-pagi benar!”, demikian komentar mas-mas di tempat kost saya, ketika saya beli 1 galon air mineral barusan.

Menurutnya siklus saya membeli 1 galon air mineral, menghabiskannya (yang hanya di malam dan pagi hari karena pagi sampai malamnya saya pergi bekerja), kemudian membeli lagi, termasuk cukup cepat dibandingkan dengan ke-35 teman-teman kost saya yang lain, termasuk yang tinggal berdua dengan suami/istri mereka.

“Kan sehat, mas minum banyak air putih!” celetuk saya sekenanya.

“Betul juga sih, mbak!”

———

Setelah masuk kamar, saya kemudian berpikir, mungkin benar juga bahwa saya cukup sehat selama ini berkat mengkonsumsi air putih banyak-banyak. Sejauh ini saya belum pernah masuk rumah sakit. Sepertinya dalam daftar catatan penyakit saya selama hidup ini, belum pernah tercatat kasus yang terbilang parah. Sebut saja pilek, batuk, pusing (biasanya karena kerjaan), masuk angin (obatnya cuma minyak kayu putih saja, dijamin langsung sembuh!), jerawatan (terhitung sakit ga?), korengan (waktu kecil sering banget! hihihi),  sakit perut jika sedang haid (ugh, saya kategorikan ini sebagai sakit yang cukup parah), dan yang terparah adalah cacar air (ini pun sembuh hanya dalam hitungan hari). Jadi, boleh dong saya berkata bahwa saya cukup sehat dan saya akan membagi beberapa tips untuk hidup sehat yang tiba-tiba terlintas di benak saya.

1. Konsumsi air putih banyak-banyak

Selain siklus cepat dalam menghabiskan galon di kost, di kantor, ketika saya bekerja, saya pun menghabiskan lebih dari 1 teko air setiap harinya (di luar jam makan siang). Di mobil saya pun hampir selalu tersedia air mineral ukuran kecil yang bisa dihabiskan dan diganti lagi. Selain rasanya yang enak (buat saya, tawar itu terkadang nikmat), khasiat air putih sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Beberapa saudara saya mengkonsumsi air putih sebagai terapi penyembuhan sakit-sakit mereka. Oh iya, selain sehat, air putih juga berkhasiat untuk membuat orang semakin cantik atau ganteng. Maksudnya, membuat kulit lebih sehat.

2. Olah raga

Huahaha, semua orang juga tau kalo olah raga membuat orang menjadi sehat. Tips yang basi dan saya tidak kompeten untuk menulis masalah ini (karena saya termasuk orang yang jarang olah raga, namun sedang mencanangkan diri untuk setidaknya berolah raga 1 kali dalam seminggu). Tips saya dalam hal ini, sederhana saja: cari olah raga yang kamu sukai, dan lakukan! Saya sangat menyukai berenang, buat saya itu olah raga terbaik yang membuat kita tidak berkeringat dan membuat kita senang. Kamu suka apa?

3. Tidur

Tidur itu nikmat banget! Semua lelah akan pulih ketika kita bangun tidur. Ada jam-jam tertentu, jika saya tidak salah di waktu dini hari, ketika hormon-hormon anti-stres akan diproduksi jika kita tidur di jam tersebut. Jadi, jangan sering-sering begadang ya!

4. Mencintai & Dicintai

Ketika mencintai seseorang dan dicintai seseorang, semangat akan muncul dan tubuh dengan sendirinya menjadi lebih sehat. Kita pun cenderung menjaga kesehatan demi bisa melakukan aktivitas bersama orang-orang yang kita cintai.

5. Bahagia

Ada frasa yang cukup populer ‘men sana in corpore sano‘ (bener ga ya ejaannya?), artinya di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Itu benar, tapi menurut saya yang lebih tepat adalah “jiwa yang bahagia membuat tubuh menjadi sehat”. Adakasus-kasus yang menceritakan bahwa perasaan bahagia akan mempercepat proses penyembuhan orang yang sakit, dan ada juga kasus ketika orang yang fisiknya sehat bisa sakit karena tekanan dalam jiwanya.

Ah, dunia dan alam terlalu indah, hidup dan waktu terlalu singkat, sayang jika tidak kita nikmati. Saya yakin, perasaan bahagia akan membuat hidup menjadi lebih sehat.

*karena tulisan ini cuma bersifat ‘tiba-tiba terlintas di benak saya’ dengan kata lain ‘wangsit’ semata, jadi kamu boleh dipercaya, boleh tidak! huehehehe*

Author: virtri Categories: Uncategorized Tags:

Body, Mind, Heart

October 18th, 2009

mind heart body

 

 

Belakangan ini saya lagi dihinggapi rasa takut kehilangan. Bukan, bukan takut kehilangan dompet atau telepon seluler, karena dua benda ini termasuk hal yang biasa hilang bagi saya. Alasannya bukan karena saya kaya, tapi karena saya super teledor! Duh! :(

Bukan juga takut kehilangan pacar, karena kalau pacar sampai hilang, ya di telepon saja, pasti ketemu! Kan kita sama-sama punya telepon seluler. Eh,tapi kalau telepon seluler saya lagi hilang? (Yaaa, mari kita gunakan peluang ini untuk cari pacar baru! hihihi)

Saya kemudian mencoba membuat daftar tentang hal apa saja dalam diri saya yang akan membuat saya takut jika harus kehilangan. Bagi saya setiap manusia terbangun dari susunan fisik, pikiran dan hati. Bahasa ngetopnya Body, Mind and Heart.

Body

 Saya sempat berpikir, apakah yang akan terjadi jika saya kehilangan anggota tubuh saya?

Misalnya kedua mata saya, hingga saya tidak bisa melihat indahnya alam dan indahnya senyum yang terlukis di wajah manusia-manusia di sekitar saya.

Atau telinga saya, sehingga saya tidak bisa mendengar alunan musik jazz yang biasanya saya nikmati di kala saya bekerja, atau deru suara ombak yang membuat hati tergetar ketika saya menikmatinya di pinggir pantai, atau juga suara merdumu, gelak tawa canda, dan senggukan tangis kita.

Atau lidah saya, sehingga saya tidak bisa lagi mengecap nikmatnya nasi putih yang masih mengepulkan panas dengan kombinasi tempe goreng, pete bakar,  terong rebus dan sambel  terasi pedas (slurp, saya jadi meneteskan air liur ini, hehehe), juga aneka makanan minuman lain yang luar biasa sedap itu.

Atau tangan dan kaki saya, sehingga saya tidak lagi dapat beraktivitas dengan wajar, saya tidak lagi dengan mudahnya berpetualangan menjelajahi pelosok nusantara dan meraih mimpi saya mengarungi dunia.

Ah, tentunya sangat tidak mudah jika saya kehilangan satu atau beberapa bagian anggota tubuh saya. Namun, saya teringat akan orang-orang hebat yang tetap bisa menjalani hidup mereka dengan segala kekurangannya dan hidup mereka begitu luar biasa, begitu bermakna, lebih dari mereka yang sempurna secara fisik.

Dan saya berpikir, saya pasti akan sedih tak terhingga jika harus kehilangan anggota tubuh saya, tapi saya pikir, saya akan bisa menjalaninya jika hal tersebut terjadi pada saya (meski saya tidak mengharapkannya).

 

Mind

Sebagai orang yang memiliki kepercayaan diri berlebih, saya cukup percaya diri untuk mengatakan bahwa saya merasa diri saya cukup cerdas (*gubrak! narsis to the max mode on, hehehe*). Cerdas yang dimaksud di sini adalah kemampuan berpikir dan menalar (jadi, banyak toh yang termasuk orang cerdas, termasuk kamu juga :) ).

Saya tidak pernah terganggu dengan penampilan fisik saya, saya tidak pernah ambil pusing dengan standar kecantikan yang ditetapkan oleh masyarakat. Saya tidak pernah iri dengan mereka yang dikatakan cantik dan seksi. Saat ini kulit saya sawo gosong, rambut saya pendek, wajah saya kusam berjerawat, badan saya kurus tidak berbentuk, tapi saya tetap merasa saya cantik. Saya jarang sekali terganggu dengan apa kata orang jika terkait dengan masalah fisik.

Namun jika terkait dengan masalah kecerdasan, jika saya dikatakan bodoh, lambat, kurang berpengetahuan, seringkali saya terusik, tidak gampang terima. Ketika melihat orang-orang di sekitar saya yang cerdas dan tokoh-tokoh  yang pandai, saya kagum dan iri, ingin seperti mereka dan kamu. Iya, kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Meski tidak secerdas mereka dan kamu, saya pikir saya masih masuk dalam kategori cukup cerdas. Saya termasuk pembelajar yang cepat. Saya juga cukup mampu mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang di sekitar saya dan memiliki pendapat jika ditanya. Selain itu, saya juga cukup punya sedikit keahlian saya untuk menalar hal-hal yang cukup rumit, memahami hal kompleks dan menganalisanya (kok jadi mengiklankan diri begini, maaph:p)

Akhir-akhir ini, karena tekanan pekerjaan yang sedang tinggi, saya merasa otak saya melemah, tidak bekerja semaksimal biasanya. Dan saya mulai merasa kecerdasan saya menurun :( Saat-saat kecerdasan menurun seperti ini membuat saya sebal. Lalu saya berpikir bagaimana jika saya benar-benar kehilangan kemampuan berpikir saya, kecerdasan saya seutuh-utuhnya? Saya kehilangan kemampuan untuk mencerna buku yang saya baca, saya tidak bisa menuliskan apa yang ada di pikiran saya, saya tidak bisa memberikan opini tentang suatu hal.

Fiuh, ketika saya kehilangan kecerdasan, hal itu pasti akan membuat saya frustasi, rasa percaya diri saya akan hilang terbang seketika. Tapi setelah saya resapi dalam-dalam, mungkin saya akan tetap baik-baik saja juga. Kepercayaan diri saya luntur, namun saya masih akan ada. Keluarga dan sahabat-sahabat saya pasti akan selalu setia hadir bagi saya dan mencintai saya dengan apa adanya saya.

(Duh, saya kok tiba-tiba jadi merasa bersalah jika selama ini saya kerap bercanda, mengganggu teman-teman saya yang ‘tidak cepat’ bereaksi jika diajak bicara, tidak sabaran dengan mereka yang tidak bisa mengeluarkan pendapatnya, dan kadang menganggap rendah orang-orang yang yang selama ini dikatakan memiliki tingkat intelejensi rendah menurut standar IQ masyarakat kita. Ah, maafkan saya yaa..)

Heart

Jika kehilangan anggota tubuh dan kecersasan membuat saya sedih tapi saya yakin masih bisa mengatasinya, ada hal penting yang saya rasa saya tidak sanggup jika harus kehilangannya: hati.

Iya, bagi saya, inilah inti dari hidup manusia. Hatilah yang membuat saya amat sangat takut jika kehilangannya.

Kehilangan hati berarti kehilangan iman. Saya akan kehilangan kepercayaan saya kepada Tuhan. Hatilah yang selama ini membuat saya percaya kepada hal-hal yang tidak terlihat, yang tidak kasat mata. Hati memampukan saya merasakan keberadaan kasih Tuhan dalam dunia.  Hati membuat saya berharap akan kehidupan setelah dunia ini tidak ada. Jika hati hilang, yang tersisa adalah kekosongan jiwa dan matinya pengharapan.

Kehilangan hati berarti kehilangan seluruh perasaan dalam diri. Saya tidak bisa membayangkan jika saya kehilangan hati. Saya tidak lagi bisa merasa bahagia, sedih, bangga, cemas, kagum, khawatir, senang, semangat, puas, kecewa, iba, bersyukur dan seluruh warna perasaan yang ada di dalamnya. Hampa.

Kehilangan hati berarti kehilangan welas asih terhadap sesama; hidup yang menjadi tidak bermakna, ketidak pekaan terhadap apa yang terjadi di sekitar kita, ketidakpedulian terhadap keluarga, sahabat, teman, orang lain, dunia, dan alam.

Kehilangan hati berarti kehilangan cinta.

Kehilangan hati berarti kehilangan hidup.

Author: virtri Categories: ngerumpi Tags: