dia

aku bertemu lagi dengannya tadi malam.

sebenarnya aku sudah lama mengenalnya. kamu yang mengenalkanku padanya. kamu sudah mengenal dia jauh sebelum kamu mengenal aku.

aku pikir aku sudah cukup mengenalnya, hingga tadi malam datang. pengenalanku ternyata belum cukup dalam. banyak hal yang belum kumengerti tentangnya.

tadi malam kami bertengkar (meskipun aku tidak yakin jika itu didefinisikan dengan kata bertengkar). saat itu, dia mendengarkan semua keluhku, sebalku, marahku, sedihku, dan raguku; padanya. aku jadi sangat kekanak-kanakkan. aku pikir, harusnya itu menjadi saat yang tepat juga untuknya jika dia ingin mengungkapkan hal yang sama: berkeluh, sebal, ragu dan marah padaku. ah, akan menjadi pertengkaran yang seru pastinya!

tapi tidak. dia tidak terpancing dengan emosiku. dia hanya sempat nyatakan sedih; itu pun tak lama. dan yang dia lakukan kemudian adalah mendengar, mendengarkan dan mendengarkanku, lalu ketika aku sudah mulai tenang, dia mengambil suatu sikap, sikap yang benar-benar bijak; sangat dewasa.

aku heran di mana dia mendapatkan kebijaksanaan itu; kedewasaan itu. kamu tak pernah sekalipun menceritakan padaku dari mana hal yang dimiliki dia itu berasal.

bagiku dia sangat luas dan dalam.

dia : hatimu.

berkarya

beberapa saat yang lalu aku dan seorang kawan bercakap-cakap mengenai kerja. ada satu bagian yang cukup menghenyakkanku; ketika ia memberikan pendapatnya mengenai aku: aku dan kerjaku.


“bagiku, kamu belum menunjukkan apa yang telah kamu capai dan hendak kemana kamu melangkah. jika kuandaikan, kerja dan karir adalah bagaimana kita membangun jalan atau jembatan; apa yang kamu lakukan saat ini hanya mengumpulkan bahan-bahan atau materialnya terus. kamu mengumpulkan dan terus mengumpulkan, namun belum juga mulai membangun. kamu sudah punya banyak, namun kamu belum memulainya juga. kamu seperti anak kecil yang senang bermain-main dengan dunianya.”


untuk seorang aku yang sering mendapat input sebaliknya, tentu saja hal ini cukup mengagetkanku. ternyata pendapat orang mengenai aku dan kerjaku cukup beragam. aku yakin kamu juga punya pendapatmu sendiri tentang aku.

aku senang dengan orang-orang yang jujur mengatakan pendapatnya tentangku. buatku, sah-sah saja ketika orang menilai (aku pun juga sering menilai orang lain).

Read more »

WordPress Themes