baton
Seorang sahabatku, Ilma, memberikan baton padaku udah 1 bulanan yang lalu. Yaa, namanya juga Virtri. Meski suka nulis, tapi nge-blog itu mah sifatnya kebutuhan tersier, gede di niat doank :p
Ilma mendapat baton dari temannya, sebut saja si X. X ini mendapat dari B, B dari R, dst, dst. Nah, Ilma diminta juga meneruskan ke teman-temannya, demikian juga dengan teman-temannya untuk meneruskan ke teman-teman berikutnya, dst, dst. Baton yang kudapat dari Ilma adalah deskripsi delapan hal tentang aku: sifat dan kebiasaanku.
Baton itu sendiri memiliki beberapa pengertian. Yang paling sering digunakan adalah tongkat yang digunakan konduktor dalam pertunjukkan musikal. Lalu apa hubungannya dengan pola terus-meneruskan ini? Ternyata ada satu pengertian lagi yang lebih dapat digunakan untuk memahami tentang baton ini: tongkat estafet. Nah, sekarang jadi lebih jelas kan?
Menurutku, konsep baton di sini lebih bertujuan untuk mengetahui sesuatu atau beberapa hal yang kita ingin tahu dari teman atau sahabat dari sudut pandang si teman atau sahabat kita itu. Bisa jadi itu karena kita belum tahu atau sudah tahu tapi ingin mengenalnya lebih dalam.
Dalam salah satu teori psikologi (ceritanya anak komunikasi yang sok tau tentang dunia psikologi nih!
), ada konsep tentang jendela pengenalan diri:
