biarlah itu kusimpan itu dalam sebuah ruang cantik di sudut hatiku yang paling dalam; di tempat yang tak seorang pun dapat merampasnya, atau bahkan sekedar menyentuhnya.
dan ketika aku butuh tersenyum; entah di kala hujan, entah terik, entah cerah, entah berawan; aku tau di mana aku harus mencarinya.
Dingin di luar, jalanan basah, habis hujan.
Dingin yang sama menyelimutiku. Iya, mungkin aku memang dingin. Hatiku dingin, tidak hangat lagi. Tak dapat lagi memahamimu, tak dapat lagi menyelami hati itu, perasaan itu.
Berkutik aku tak mampu kala ini. Danau apatah yang ada dalam kalbu ini? Terlalu dalam tuk kudapati dasarnya.
perih
pedih
sedih
lirih
aku letih…
aku tak dapat memahamimu.
atau aku tak dapat memahamiku?
-watucafe, cappucinno, sendiri, dalam malam-