Muntahan hati yang datang di siang hari

Muntahkan saja, luapkan saja. Tidak perlu berpura-pura kuat, apalagi tegar. Bahkan seorang satria pun tak kan tahan jika ada yang merobek hatinya, mengambil cintanya.

Saat ini, ketika kau lupa untuk berdiri di atas kedua kakimu, aku tidak akan memapahmu, atau menggendongmu, juga mencarikan tongkat untukmu. Aku hanya akan menemanimu duduk dan minum segelas embun, hingga kau mampu menapakkan kakimu lagi.

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
2 Responses
  1. tEdY says:

    damn girl! this is great!!!

  2. Edo says:

    its really suit me.. :( “aku” where r u ?

Leave a Reply

(required)

(optional)

HTML: You may use these tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>